Isu Tak Mutu Pindah Ibu Kota

HERANNYA, para petinggi negeri ini begitu doyan memproduksi isu abal-abal. Jakarta sebagai pusat pemerintahan konon mau dipindahkan. Ini isu gelombang kedua sejak 2014. Disebut-sebut beberapa lokasi. Yang paling gencar Palangkaraya. Entah kenapa, isu sejak masa Bung Karno itu—dan sempat muncul di era SBY, tapi bukan ke Kalimantan—masih dianggap relevan. Relevan? Relevan dari segi apa? Apa untungnya? Siapa yang memetik keuntungan?

Kata Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, Ibu Kota NKRI baru akan dijadikan seperti Washington DC. Kegiatan ekonomi di dalamnya lengkap, tapi tak sebesar New York sebagai pusat bisnis. Hasil kajian pemindahan Ibu Kota ini akan diberikan ke Presiden akhir tahun ini. Dikatakan, kajian itu melibatkan banyak pihak. “Kita sudah melakukan diskusi publik dengan berbagai universitas, berbagai profesi,” ujarnya.

Moga saja pihak-pihak yang diajak terlibat cukup kritis; meski saya sangat yakin, isu ecek-ecek ini mubazir. Cuma pengalihan isu. Khususnya untuk nutupi berbagai kegagalan rezim dalam mengelola negara di hampir semua aspek. Salam.

 

Imir Usman

Martapura, Kalimantan Selatan

Bagikan ke: