IPCN Segera Naikkan Ongkos Pengiriman Barang 20 Persen

Foto : Istimewa.

Jakarta (Peluang) : Angka ongkos kirim ini aman untuk kargo dan pelanggan.

Ketua katan Pengusaha Cargo Nusantara (IPCN), Beni Syarifudin mengatakan, kenaikan bahan bakar minyak (BBM) ini akan berakibat pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) khususnya petani dan pengrajin sebagai pelanggan utama cargo logistic IPCN.

Tentunya kenaikan BBM ini juga membuat pengusaha harus menyesuaikan kebijakan baru terkait biaya pengiriman kepada pelanggan.

“Kami membuat rencana kenaikan cost ongkos kirim sebesar minimal 20 persen. Ini merupakan angka aman khusus kargo dan pelanggan,” ujar Beni.

Beni menganggap kenaikan 20 persen masih dalam batas aman terhadap pengiriman cargo dan pelanggan. Apalagi IPCN merupakan kargo yang berorientasi pada harga murah bagi pelanggan.

Kendati demikian menurutnya, IPCN memproyeksikan kenaikan biaya pengiriman berpotensi menurunkan permintaan dari pelanggan sebesar 30 persen hingga 40 persen.

Maka itu, Beni berharap pemerintah dapat lebih memikirkan para pelaku usaha kargo maupun logistik. Terutama menurutnya, yang masih merintis bisnis, melalui pemberian skema subsidi bahan bakar tertentu

“Jika skema ini terjadi, maka pengusaha kargo juga tidak menaikan harga ongkos kirim kepada pelanggan,” ujar Beni.

IPCN juga mengharapkan adanya kebijakan yang tepat sasaran kepada para pengusaha kargo dan masyarakat agar penyesuaian harga BBM dapat disikapi oleh semua pihak.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM jenis Pertalite, Solar dan Pertamax untuk mengurangi beban subsidi energi yang berpotensi mencapai Rp698 triliun.

Meski bisa mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kenaikan harga BBM bisa mengerek laju inflasi nasional. Karena harga-harga barang maupun logistik yang terkait dengan BBM akan ikut naik.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 0,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm). Dengan penyumbang utama adalah BBM.

Melalui Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan BI, komoditas utama penyumbang inflasi September 2022 sampai minggu kedua. Yaitu bensin sebesar 0,66 persen (mtm) dan telur ayam ras 0,03 persen (mtm).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.