Indikator Fisik dan Faktor Pengali

DAMAGE and Loss Assessment (DaLA) biasanya dibuat setelah terjadinya bencana. Metode standar DaLA dikembangkan oleh Komisi Ekonomi UN untuk Amerika Latin dan Karibia (UN-ECLAC) pada tahun 1972, dan telah berkembang melalui berbagai macam organisasi internasional. Secara sederhana, DaLA merupakan metodologi untuk mengukur dampak dan kerugian yang diakibatkan oleh bencana, berdasarkan perhitungan ekonomi suatu negara dan kebutuhan penghidupan individu untuk menentukan kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi.

Perhitungan Damage and Loss Assessment meliputi:

▪ Kerusakan dihitung sebagai pengganti nilai aset fisik yang rusak total atau sebagian;

▪ Kerugian secara ekonomi yang timbul akibat adanya aset yang rusak sementara;

▪ Dampak yang dihasilkan pada pascabencana kinerja makroekonomi, dengan referensi khusus untuk pertumbuhan ekonomi/GDP, neraca pembayaran dan situasi fiskal pemerintah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah membuat panduan untuk perhitungan dampak dan kerugian di Indonesia, yang dimana menentukan derajat tingkat kerusakan dan dampak ekonomi dari tiap elemen individu. Bagian dari perhitungan ini dapat dilihat di tabel berikut:

Perlu diperhatikan bahwa pada bagian ini terdapat beberapa elemen kerja. Pertama, dampak untuk tiap jenis infrastruktur memiliki “nilai” yang berbeda. Untuk memberikan kerugian ke dalam nilai materi, kerugian akibat jembatan memiliki nilai kerusakan seperti kerugian dari rumah pribadi atau bangunan umum. Kemudian tergantung juga apakah objek terkena dampak berat, sedang, atau ringan yang akan dikalikan dengan bobot dari tiap-tiap kerugian. Dengan menambahkan semua dampak yang terjadi akibat bencana, akan menjadi lebih mudah menghitung jumlah kerugian akibat bencana.●

Bagikan ke: