Imbas PPKM Darurat, Omzet Pedagang Hewan Kurban Anjlok 50%

ilustrasi-Foto: Merdeka.

JAKARTA—Hanisyah,36 tahun bersama suaminya adalah pedagang domba dan kambing di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan yang kembali harus melawati ujian ketika menjelang Idul Adha menghadapi kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Ini tahun kedua pandemi yang saya hadapi.  Kalau waktu normal, kami bisa menjual sekitar 80-90 ekor kambing  bahkan bisa menembus 100 ekor. Namun saat pandemi rata-rata hanya 50 ekor,” ujar Hanisyah ketika dihubungi Peluang, Senin (19/7/21).

Hanya saja lanjut Hanisyah, usaha mereka dengan nama Mirza Farm masih tertolong karena mereka menjual domba untuk katering  kebutuhan Aqiqah. Hanya saja penjualan tidak menentu, paing sebulan ada  pesanan dari 4 hingga 5 orang.

Sebagai catatan Mirza Farm menjual dombanya mulai dari harga Rp1,7 juta bergantung bbot dombanya. Sementara kambing didatangkan dari Jawa Tengah dijual dengan harga Rp3 juta ke atas.

Hanisyah berharap pandemi segera berakhir hingga merek bisa meneruskan usaha peternakan yang sudah dirintis sejak 2016 lalu dan dipasarkan melalui Sosmed.

Hal yang sama juga dialami Haji Abdul Bahari, pedagang hewan kurban di Johar Baru, Jakarta Pusat.

Selama lima hari berjualan jelang Idul Adha, pemasukan yang didapatkannya kali ini tidak sebanding dengan pemasukan pada  2020.

Minat masyarakat untuk membeli kambing dan sapi menurun drastis di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dan lonjakan kasus Covid-19. Omzetnya menurun hingga 50 persen dibanding tahun lalu.

“Menurut saya, tahun ini lebih parah dibandingkan 2020 karena menghitung jumlah kambing dan sapi yang terjual saja masih di bawah rata-rata,” ucap Abdul Bahari, seperti dikutip dari  Tribunnews (Irvan). 

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *