Ikhlas Berqurban BMT ABN

Ibadah kurban mengandung banyak hikmah seperti ketaatan maupun kedermawanan sosial.  BMT ABN secara rutin melaksanakan pemotongan hewan kurban setiap tahun yang dagingnya dibagikan kepada masyarakat di lingkup wilayah kerjanya.

Hari Raya Idul Adha merupakan momentum bagi umat Islam untuk meneladani kepatuhan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail dalam menjalankan perintah Allah SWT. Untuk itu, umat Islam yang mampu dianjurkan berkurban sebagai salah satu bentuk manifestasi keimanan.

BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional (ABN) sebagai lembaga keuangan dan ekonomi syariah terkemuka secara konsisten melaksanakan pemotongan hewan kurban setiap tahun. Pada Idul Adha tahun ini, BMT berprestasi itu telah menyerahkan sekaligus menyembelih hewan kurban sebanyak 5 (lima) ekor sapi untuk masyarakat di lima  lokasi wilayah kerjanya yaitu lingkungan Kantor Pusat, Cabang Mandala, Makartitama, Tridatu dan Banyumas pada 10 Juli 2022.

Supadin, Ketua BMT ABN mengatakan, sumber dana untuk pengadaan hewan kurban dihimpun dari seluruh karyawan, pengurus dan pengawas BMT ABN yang diatasnamakan untuk tujuh orang per satu hewan kurban pertahunnya secara bergiliran. “Ini sudah menjadi agenda rutin BMT ABN untuk melaksanakan syariat Islam sekaligus berbagi dengan sesama terutama di lingkungan wilayah kerja kami,” ujar Supadin.

Untuk diketahui, kata kurban menurut etimologi berasal dari bahasa Arab qaribayaqrabuqurban wa qurbanan wa qirbanan, yang artinya dekat. Maksudnya yaitu mendekatkan diri kepada Allah, dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya. Ibadah kurban hukumnya adalah sunah muakkad, atau sunah yang dikuatkan. Nabi Muhammad tidak pernah meninggalkan ibadah tersebut sampai beliau wafat.

Makna berkurban tidak hanya mengenai tradisi sembelih hewan saja, tetapi juga ada makna lain yaitu mempelajari nilai, moral dan kedermawanan. Ibadah qurban tidak hanya dilakukan sekali seumur hidup, bagi mereka yang mampu dianjurkan untuk melaksanakannya setiap tahun. Untuk itu,  BMT ABN mengajak anggota menyisihkan sebagian penghasilan agar dapat membeli hewan kurban melalui produk Simpanan Ceria Qurban.

Pelatihan Dasar

Untuk meningkatkan kompetensi karyawannya, BMT ABN menggelar Pelatihan Dasar yang dimulai dari 22 Juni sampai 25 Juni 2022 di Aula Assyafi’iyah Hotel Kotagajah Lampung. ‘Pelatihan ini sebenarnya reguler dan menjadi program rutin BMT ABN.  Setelah dua tahun pandemi ini akhirnya kami bisa menyelenggarakan pelatihan dasar secara offline yang sebelumnya dilaksanakan secara online,” jelas Supadin.

Salag satu materi yang disajikan dalam pelatihan tersebut adalah pemahaman tentang produk – produk syariah yang dikeluarkan oleh BMT ABN.  Hal ini penting untuk meningkatkan pengetahuan produk bagi para karyawan. Selain itu juga disampaikan tentang pentingnya karyawan mempraktikan nilai-nilai syariah dalam perilaku sehari-hari.

Melalui pelatihan dasar ini, diharapkan akan membentuk insan – insan BMT ABN yang memiliki skill, knowledge, attitude dan pemahaman tentang kesyariahan secara mendalam sehingga kualitas layanan kepada anggota dan masyarakat akan semakin meningkat. (Kur).

Bagikan ke: