HUT 40 Tahun Puskud Jatim Melanjutkan Optimisme KUD

Di tengah kabar  tak sedap yang terus melanda citra KUD,  sejumlah KUD di Jawa Timur justru menunjukkan kinerja positif. Motor penggeraknya adalah  Puskud Jawa Timur yang pamornya tetap mencorong di antara puluhan Puskud lainnya di tanah air yang tinggal papan nama.

Pesta wayangan yang digelar semalam suntuk di pelataran gedung Puskud Jatim, 30 Juli lalu menandakan genap empat dasawarsa perjalanan  sekunder Koperasi Unit Desa (KUD) ini berkiprah di Jawa Timur (Jatim). Tasyakuran kali ini  agak istimewa karena digelar bertepatan dengan tiga seremoni lainnya, Hari Koperasi ke 68, Ramadan 1436 H dan peringatan suci  hari  kemerdekaan Republik Indonesia ke70.

Makna yang tidak salah sakralnya adalah seperti diungkapkan sang penggerak, Mardjito GA.  Gelaran wayang semalam suntuk itu kata Ketua Puskud Jatim ini  adalah spirit untuk memacu semangat  anggota Puskud, bahwa lembaga ini masih tetap eksis di tengah himpitan ekonom kapitalistik. “Ini adalah wujud syukur kami  kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa Puskud Jatim masih tetap eksis di usia yang ke 40 tahun. Ini karena kami memang tetap ngotot untuk senantiasa melakukan terobosan usaha di tengah iklim yang tidak kondusif,” ujar mantan senator di Senayan ini.

puskud

Keberadaan Puskud dengan sejumlah unit usahanya itu, kata Mardjito, ibarat sebuah rumah yang terdiri dari tiang-tiang penyangga. Ada salah satu tiang penyangga yang “krowak” (berkurang kekuatannya) sehingga perlu tiang baru sebagai
penyangga pengganti. Usaha yang dimaksud adalah  kemitraan Puskud Jatim dengan beberapa perseroan dan kerja sama KUD dengan PT. HM.Sampoerna dalam sigaret kretek tangan (roll hand)  atau lebih dikenal dengan nama MPS (mitra  produksi sigaret). Dalam beberapa tahun ini usaha MPS mengalami penurunan jam kerja, yang cukup berpengaruh terhadap pendapatan secara umum. Puskud Jatim, masih kata Mardjito  berkali kali menghadapi ujian yang cukup berat, namun  selalu
bisa diatasi karena keyakinan bahwa di balik setiap kesulitan tentu ada kemudahan. “Apalagi dari hasil yang kita peroleh, bukan  kita nikmati sendiri tapi ada sebagian harta yang selalu kita sisihkan kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu. Insya Allah kita akan mendapatkan jalan keluar,”tuturnya.

Bagikan ke: