Hipmikindo janjikan buka akses permodalan UMKM

Membuka akses permodalan bagi kalangan usahawan mikro dan kecil, itulah tekad Subaning Rustriantono yang baru saja terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Indonesia (Hipmikindo) DKI Jakarta pertengahan April lalu. Subaning dipercaya memimpin organisasi yang berdiri pada 2008 itu untuk masa periode 2015-2020. Ia dinilai sangat pas untuk memimpinn Hipmikindo untuk masa lima tahun ke depan karena kepeduliannya terhadap UKM bukan pekerjaan baru dan memang sudah digelutinya sejak masih aktif berdinas di Pemrov DKI Jakarta. Beberapa jabatan yang pernah didudukinya hampir semuanya berurusana dengan masalah pembinaan UKM, seperti Kepala Bagian KUKM dan Koperasi, Kabag BUMD, Kabag Perpasaran dan kabag di Biro Perekonomian. Karenanya ketika ia didapuk memimpin Hipmikindo DKI Jakarta, Subaning langsung merasa klop. “Saya berharap bisa melakukan yang terbaik untuk UKM khususnya di wilayah DKI Jakarta, ujarnya.

hipmikindo

Hipmikindo didirkan dengan harapan dapat menjadi wadah bagi pengusaha kecil dalam mengembangkan usaha bisnisnya bersinergi dengan semua stakeholder termasuk pemerintah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, wadah ini mengalami kevakuman sehingga nama Hipmikindo pun nyaris tenggelam. Melalui Musdalub yang berlangsung April lalu, Subaning berhasil terpilih dan ia diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas Hipmikindo DKI Jakarta. “Saya mau menjadi Ketua dengan syarat harus ada kegiatan nyata dan bertekad untuk bekerja keras membenahi organisasi secara bersama-sama,” ujar Subaning.

Permasalahan krusial UKM kata Subaning adalah manajemen dan permodalan, karenanya programnya ke depan adalah membuka akses kerja sama dengan kalangan pengusaha besar dan menengah. Dia menyadari bahwa tidak mudah untuk bekerjasama dengan kalangan pengusaha besar tersebut. Segenap anggota Hipmikindo harus menunjukkan kinerja yang baik dan professional, sehingga publik tahu bahwa organisasi ini tidak hanya sekadar berbadan hukum tetapi kita juga punya profil dan database yang lengkap mengenai potensi UKM,” tegas Subaning.

Bagikan ke: