Hati-hati Ratusan Investasi Bodong Sedang Gentayangan

ojkMasyarakat dituntut hati-hati memilih perusahaan investasi, jika tidak ingin terjerumus kepada aksi penipuan. OJK mencatat ada 400 perusahaan investasi tak berijin terus melancarkan aksinya.

Melihat hal ini maka Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat agar lebih selektif jika ingin melakukan investasi yang menawarkan imbalan atau bunga begitu tinggi dalam waktu yang singkat. Aksi mereka sudah menyebar di berbagai wilayah. Dengan menawarkan kerja sama investasi dan imbalan tinggi. Jika mendapati hal tersebut masyarakat mseti waspada, sebab itulah salah satu ciri investasi “bodong” atau ilegal.

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban pihak OJK telah membentuk Satuan Tugas Waspada (Satgas) Investasi yang terdiri dari OJK, Kejaksaaan Agung RI, Kepolisian, Kementerian perdagangan dalam hal ini Direktorat Jenderal perdagangan Dalam Negeri, dan Badan Ppengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti. Selanjutnya Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Koperasi dan UKM dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Tugas satgas waspada investasi itu diantaranya menginventarisasi dan menganalisis kasus-kasus dugaan investasi ilegal yang mempunyai potensi merugikan masyarakat. Selanjutnya mengindentifikasi instansi berwenang untuk menangani dugaan praktik ilegal tersebut. Selain itu juga untuk menghentikan/menghambat ovensifnya kasus dugaan investasi ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat. Kemudian melakukan pemeriksaan bersama-sama terkait pelanggaran dan tindak lanjut untuk menghentikan tindakan melawan hukum tersebut.

OJK mencatat sepanjang kuartal I/2016 terdapat sebanyak 400 perusahaan yang tidak memiliki izin menawarkan produk investasi ke masyarakat.

Menurut anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Soetiono, bila diakumulasi hampir 400 perusahaan tidak memiliki izin dari OJK menawarkan produk investasi ke masyarakat.

Karena itu pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat agar tidak tertipu dengan penawaran produk-produk investasi tanpa beizin ini. “Masyarakat jangan membeli produk ilegal ini kami akan terus menggiatkan sosialiasi dan mengedukasinya. Hingga kini masih banyak masyarakat yang belum memahaminya,” ujarnya di Jakarta Selasa (24/5).

Dengan adanya Galeri Investasi Mobile, Kusumaningtuti mengharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang produk investasi seperti di pasar modal. Melalui Galeri Investasi Mobile inilah bentuk pengembangan dari Galeri Investasi. Hanya saja Galeri Investasi ini diperuntukan bagi kalangan kampus, seperti pelajar atau mahasiswa, dan dosen. Pengembangan galeri itu akan lebih dekat kepada masyarakat di sekeliling kampus, seperti Kecamatan.

Kusumaningtuti menambahkan Galeri Investasi Mobile sebagai projek rintisan diluncurkan di Jakarta. Untuk peluncuran pertama telah dilakukan di Kantor Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan bekerjasama dengan Universitas Pancasila dan PT Sucorinvest Central Gani pada, Selasa (17/5). Dalam peluncuran tersebut mengundang masyarakat sekitar seperti perangkat keluaran, guru Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan, serta pengurus koperasi yang berada di wilayah Kecamatan setempat.

Sampai pekan ketiga Mei 2016 telah beroperasi 184 Galeri Investasi di perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dan 4 diantaranya adalah Galeri Investasi Syariah. “Dengan Galeri Investasi Mobile ini masyarakat dapat memanfaatkannya terkait investasi di pasar modal. Dimana investasi di pasar modal itu bisa melalui saham, reksadana dan obligasi,” pungkanya. Saw/Dbs.

Bagikan ke: