Hadapi Masa Sulit, Bangkit Melalui Kolaborasi

Kendati menghadapi masa sulit di tahun 2021, Koperasi Astra menjaga kinerja unggulnya dengan membukukan SHU signifikan, Rp56,26 miliar. Kontribusi terbesar masih dominan pada sektor simpan pinjam. 

Tetap mendulang cuan kendati di tengah situasi sulit merupakan tradisi yang terus dipertahankan Koperasi Astra yang sepanjang tahun 2021  meraup pendapatan usaha sebesar Rp122,57 miliar. Nilai ini menurun 6,81 persen dibanding tahun 2020 sebesar Rp131,53 miliar. Penyebabnya, sudah bisa ditebak, yaitu menurunnya penyaluran pinjaman anggota sebagai akibat pandemi covid-19 yang masih berlangsung. 

Setelah dikurangi beban pokok usaha sebesar Rp59,04 miliar serta penambahan pendapatan lain dan dikurangi pajak penghasilan, koperasi ini membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) bersih sebesar Rp56,26 miliar. Angka ini menurun 10,59 persen dibanding 2020 sebesar 62,92 miliar. Pemaparan kinerja usaha tersebut disampaikan Ketua Umum Koperasi Astra Surjani Slamet dalam RAT yang digelar online, Kamis (31/3/2022) di Jakarta. Pencapaian kinerja unggul ini diapresiasi Menteri Koperasi UKM Teten Masduki yang dalam sambutannya menilai penyelenggaraan RAT tepat waktu  Koperasi Astra merupakan bentuk nyata komitmen pengurus kepada anggota. 

Dalam laporannya Surjani menyampaikan, 2021 merupakan tahun yang penuh tantangan. Namun, Koperasi Astra mampu melewati dengan baik. Upaya dilakukan antara lain beradaptasi dengan kebutuhan anggota melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan informasi, termasuk untuk proses pengajuan pinjaman anggota serta pelaksanaan program KAI Eduinspire; merupakan program berkelanjutan yang diselenggarakan untuk menambah wawasan para anggota.

Simpan Pinjam Dominan  

Simpan pinjam merupakan sektor paling diminati anggota dan masih mendominasi usaha. Hingga Desember 2021, nilai simpanan berjangka mencapai Rp741,19 miliar dari 1.259 anggota penyimpan. Jumlahnya  menurun 4,13% dibandingkan tahun 2020. Kontribusi lainnya bersumber dari usaha anak perusahaan, antara lain PT Sigap Prima Astrea (SPA) dan PT Sigap Garda Pratama (SGP), bergerak di bidang jasa keamanan. Perusahaan ini memiliki 4 produk dan jasa unggulan dalam memberikan layanan yang komprehensif dan berkelanjutan kepada pelanggan melalui Security Guard (SG), Security System dan Technology, Sigap Academy serta Security lntelligence. SG merupakan unit usaha pertama yang dimiliki oleh SIGAP dengan personil pengaman sebanyak 11.276 orang. Tahun 2021 pendapatan total SPA sebesar Rp235,72 miliar, sedangkan SGP Rp59,93 miliar atau total Rp295,65 miliar.

Koperasi dengan anggota 86.091 orang ini, telah menyalurkan pinjaman kepada anggota dan koperasi di lingkungan Grup Astra sebesar Rp348,28 miliar dengan rincian Rp345,41 miliar disalurkan langsung kepada anggota dan Rp2,86 miliar kepada koperasi di lingkungan Grup Astra. Jika dibandingkan dengan penyaluran pinjaman pada tahun 2020 sebesar Rp428,24 miliar, penyaluran pinjaman tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 18,67%. Perihal pembagian SHU, Surjani menjelaskan total yang akan dibagikan sebesar Rp16,49 miliar dengan rerata SHU yang diberikan kepada anggota yang berpartisipasi sebesar Rp657.873.  Partisipasi anggota terhadap program dan produk Koperasi Astra menentukan besarnya nilai SHU yang akan diterima. Agar penerimaan SHU relatif besar, Surjani mengimbau anggota agar selalu berpartisipasi dengan memanfaatkan layanan yang disediakan oleh Koperasi Astra. (Irm)

Bagikan ke: