GM Sempoyongan Digempur Toyota-Honda

GM menorehkan prestasi menduduki peringkat pertama dalam Global 500 Fortune, sejak 1996 sampai 2000. Namun pada 2019, GM harus puas di posisi ke-32. Pada 2020, merosot ke posisi 40.

Perusahaan otomotif ternama General Motors pernah mengalami masa sulit dan kebangkrutan gegara imbas badai krisis keuangan yang melanda Amerika. General Motors sempat mendaftarkan kebangkrutan di pengadilan New York, tempat Chrysler mendaftarkan kebangkrutan. Artinya, GM bisa membentuk institusi baru dalam 60-90 hari. Inilah akhir sebuah simbol korporasi Amerika yang sudah berusia seabad lebih.

Kisah GM dimulai pada 1892. Ketika itu, R.E. Olds mengumpulkan tabungannya untuk mengubah pabrik mesin angkatan laut dan industri ayahnya menjadi Olds Motor Vehicle Company. Pada 1903, GM mendirikan pabriknya di Michigan, AS. Pada 1909, Cadillac dan Pontiac bergabung dengan GM. Merger ini dengan cepat membuahkan hasil positif dari sisi keuangan. Meski singkat, GM yang dinahkodai Willams. Ia mengakuisisi Reliance Motor Truck Company dan Rapid Motor Vehicle Company.

Setelah didepak dari GM, William mendirikan perusahaan mobil bernama Chevrolet Motor Company.  Dari sini, Willam diam-diam membeli saham GM. Willam mampu kembali mengambil alih perusahaan. Pada 1916, William kembali duduk di jajaran direksi perusahaan. William juga membawa Chevrolet ke pangkuan GM. Alhasil, GM terus tumbuh dan mengakuisisi banyak perusahaan. Willam bertahan di kursi jajaran pimpinan hingga 1920. Di tahun itu, GM melakukan perombakan besar-besaran.

Sejak 1970-an, GM bersama produsen mobil AS lain menghadapi persaingan semakin ketat dari mobil Jepang. Pada 1980-an, GM mulai mengalami kemunduran. Produsen mobil Jepang, yang dipimpin oleh Toyota dan Honda, merebut sebagian pangsa pasar GM. Pada 2004, GM terpaksa menghentikan Oldsmobile. Empat tahun kemudian, GM dihantam ketangguhan Toyota Motor Corporation. Pada 2006 GM menjual 51 persen saham GMAC kepada Cerberus Capital Management.

Mereka meminta bantuan finansial dan menggunakan strategi bisnis untuk memulihkan perusahaan. GM tercatat sebagai perusahaan terbuka dengan aset US$2,3 miliar dan utang US$172,8 miliar. Seorang pejabat pemerintah AS yang dikutip AFP (1/6/2009) menyatakan, pemerintah akan menyediakan US$30 miliar untuk ‘GM baru’. Proses kebangkrutan GM ini akan menyerupai Chrysler tapi akan memakan waktu lebih lama mengingat GM merupakan perusahaan yang lebih besar dan rumit.

Kebangkrutan GM telah diprediksi setelah para pemegang obligasi GM menyepakati rencana restrukturisasi yang diajukan pemerintah AS. Persetujuan dari pemegang obligasi itu menjadi penting karena mereka menguasai sekitar 54% utang obligasi GM. Di GM baru, 60% sahamnya dimiliki pemerintah AS. United Auto Workers (UAW) akan mendapatkan 17,5% saham dari ‘New GM’, pemerintah Kanada memiliki 12%, dan pemegang obligasi sebesar 10%.

Perusahaan General Motors Company LLC (“GM baru”), dibentuk tahun 2009 setelah pailitnya General Motors Corporation (“GM lama”), yang menjadi Motors Liquidation Company. Perusahaan baru mengakuisisi aset mayoritas milik GM lama, termasuk merek “General Motors”. General Motors memproduksi kendaraan di 37 negara dalam sembilan merek, yaitu Chevrolet, Buick, GMC, Cadillac, GMSV, Wuling, BaojunJie Fang, dan Ravon. Sebelumnya, GM menduduki peringkat pertama dalam Global 500 Fortune, sejak 1996 sampai 2000. Namun pada 2019, GM harus puas di posisi ke-32. Pada 2020, kondisi perusahaan semakin memburuk merosot ke posisi 40 dari peringkat Global 500 Fortune. Namun, GM terus belajar dari pengalaman.●(Zian)

Bagikan ke: