Gigih Bisnis sekaligus jaga keluarga

toko daging nusantara

Urusan membangun jaringan atau mencari calon mitra tidak terlalu sulit buat Diana Dewi. Wajar jika bendera bisnisnya makin tinggi berkibar. Pengusaha yang berawal dari karyawati ini, soal disiplin dan kerja keras untuk maju sudah biasa. Hanya menjadi luar biasa jika sebelumnya kerja untuk orang lain, kemudian kerja untuk perusahaannya. Alasan waktu untuk keluarga yang juga menuntutnya, dia memilih banting setir dari seorang bayaran berubah menjadi yang membayar karyawan.

Akhirnya CEO PD Garuda Jaya dan komisaris utama PT Suri Nusantara Jaya ini berhasil mengatasi satu dilema. Dengan memutuskan keluar dari pekerjaan dan mencoba untuk berwiraswasta dengan harapan dapat berkarya sekaligus juga dapat mengurus anak-anak. Faktanya pilihannya tepat. Kini, perusahaannya terus berkibar di bidang bisnis suplier bahan makanan ke hotel, restoran, dan katering.

Soal pilihannya berusaha bidang makanan karena selagi masih ada kehidupan, pasti butuh makan. Istilah bisnis makanan itu tidak ada matinya telah dibuktikannya. Ketua Bidang Perdagangan APJI (Assosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia)  ini makin kokoh menapakkan bisnisnya di bidang pilihannya. Persaingan yang demikian keras mampu dihadapi. Bekalnya sejak awal sama yakni selain menyiapkan strategi dan rencana bisnis, juga mental yang tangguh.

Hasilnya, bisnis bidang makanannya lancar, terutama bidang perdagingan khususnya daging sapi sudah eksis. Kuota sesuai ijin yang diberikan pemerintah dalam setahun selalu di realisasikan hampir 99%.

Penjualannya melalui distributor-distributor di seluruh Indonesia dengan sistem kemitraan. Mereka seperti menjadi agen sehingga tidak perlu membuka cabang. Segmennya tidak bermain di pasar tetapi melayani hotel, restoran, katering dan industri, menjelang hari raya bekerja sama dengan koperasi-koperasi besar ujar diana.

Di sektor hulu Diana mempunyai mitra para peternak sapi lokal yang dikelola putra-putra daerah. Melihat usahanya yang gigih dan eksis itu, Pemerintah pun melirik Diana sebagai mitra terkait tugasnya untuk ikut menstabilkan harga daging.  Sedangkan usaha kateringnya juga tetap berjalan dengan melayani diantaranya perusahaan-perusahaan, yakni PT Bogasari, PT Wijaya Karya, PT Indeso dan PT Vinilon. Dari usahanya ini telah mempekerjakan sedikitnya 100 orang lebih karyawan. Untuk memotivasi serta kerja lebih berprestasi lagi, para karyawannya setiap tahun ada yang diberangkatkan ke tanah suci untuk umroh dan ibadah haji. (Irm)

Bagikan ke: