Ford Bangkrut, Harga Sekennya Anjlok

ford

JAKARTA: Ford Motor Indonesia mengambil opsi ‘gulung tikar’. Kabar ini didapat melalui rilis Managing Director PT FMI, Bagus Susanto, untuk para konsumen mobil Ford di Indonesia. Fatsalnya, tak ada jalan keluar yang masuk akal pada sektor pendapatan karena tajamnya persaingan. Dengan pengumuman ini, semua diler Ford otomatis ditutup. Penjualan dan impor resmi pun akan segera distop.

“Ini berarti anggota tim kami di Indonesia (danJepang) tidak lagi bekerja untuk Ford Indonesia/Jepang karena penutupan,” kata Presiden Ford Asia Pasific, Dace Schoch. Jumlah pekerja Ford di Indonesia sekitar 35 orang, dengan rekanan diler 44 unit di 20 provinsi. Sejak kehadirannya 14 tahun lalu, tahun 2015 Ford hanya bisa menjual 6.000 kendaraan (0,6% pangsa pasar).

Keputusan Agen Pemegang Merek (APM) Ford di Tanah Air itu, menurut David Tobing, Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional RI, bertolak belakang dengan promosi mereka, terutama Ford Everest. Sebab, saat ingin beroperasi di Indonesia, Ford telah menandatangani surat pernyataan jaminan yang diwajibkan Kementerian Perindustrian. Intinya, Ford menyanggupi menyediakan fasilitas perawatan perbaikan dan suku cadang kendaraan bermotor.

Lagi pula, dalam Pasal 25 UU Perlindungan Konsumen ditentukan, pelaku usaha yang memproduksi barang yang pemanfaatannya berkelanjutan dalam batas waktu sekurang-kurangnya satu tahun wajib menyediakan suku cadang dan atau fasilitas purnajual dan wajib memenuhi jaminan atau garansi sesuai dengan yang diperjanjikan.

Imbas yang paling langsung, harga mobil seken Ford terjun bebas. Logikanya, peminat menurun karena ketersediaan suku cadang dan pelayanan aftersales yang diberikan. “Kalau turun pasti, tapi turunnya berapa kita masih belum bisa tahu, kita harus tunggu sebulan lah untuk mengetahui berapa banyak penurunan harga untuk Ford,” kata Teddy, pemilik Chelsea Mobil (showroom jual beli mobil seken).

Bagikan ke: