Februari 2021, Kunjungan Wisman Makin Anjlok, Bali Hanya 12 Kunjungan

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

JAKARTA—Dampak pandemi Covid-19 masih terjadi pada sektor pariwisata.  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan pada Februari secara nasional mencapai 117 ribu atau turun dibandingkan Januari sebesar 137 ribu, setara dengan 14,7 persen dan secara kumulatif sebesar 254, 23 ribu (januari-Februari).

Bahkan dibandingkan Februari 2020 mengalami penurunan tajam sebesar 86,59 persen atau 872, 8 ribu kunjungan.

“Kalau kita cermati penurunan ini disebabkan pada tahun lalu, awal-awal masuk Covid. Sehingga dampak Covid pun masih terjadi tahun ini. Sehingga masih terjadi penurunan yang cukup tajam,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konfrensi persnya, Kamis (1/4/21).

Dampak yang paling drastis menimpa Provinsi Bali, yang menjadikan pariwisata sebagai andalannya. Selama Februari hanya ada 12 kunjungan Wisman ke Bali. Seluruhnya masuk melalui pintu bandara I Gusti Ngurah Rai.

Jumlah kunjungan yang termasuk paling buruk sepanjang pariwisata di Pulau Dewata ini.  Bahkan menurut BPS Bali secara akumulasi hanya ada 22 kunjungan selama Januari hingga Februari 2021.

Untuk memulihkan pariwisata dan industri kreatif Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, bertemu dengan sejumlah pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Bali, Selasa (30/3/21).

Salah satunya rencana pemerintah dalam memperluas travel corridor arrangement di sektor pariwisata yang membutuhkan dukungan seluruh pelaku parekraf dalam menyambut kembali kunjungan wisatawan mancanegara.

Untuk mempersiapkan hal tersebut, lanjut Sandiaga, pemerintah mengambil sejumlah langkah strategis untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Di antaranya adalah penyiapan TCA, penyiapan produk wisata dan zona hijau, penyiapan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) juga percepatan vaksinasi pelaku wisata dan ekonomi kreatif.

Menurut rencana akan ada tiga daerah di Pulau Dewata yang akan diprioritaskan untuk turis asing, yakni Nusa Dua, Sanur dan Ubud.

“Harapan saya sektor pariwisata sudah siap, sehingga Juni atau Juli Bali ini akan dimulai untuk wisatawan asing, tentunya yang sudah terbiasa dengan protokol kesehatan di zona hijau tersebut,” ujar Sandiaga.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *