Facebook Cafe Hadir di Jakarta Kampayekan Kebijakan Privasi

Suasana kegiatan Facebook Cafe di Filosofi Kopi, Mleawai, Jakarta-Foto: Irvan Sjafari.

JAKARTA—-Lebih dari puluh orang tampak memasuki halaman Filosofi Kopi yang menjadi lokasi Facebook Cafe, ketika Peluang tiba Sabtu siang (14/9/19).   Facebook secara resmi membuka kafe pop up yang berlokasi di area Melawai, Jakarta sejak Jumat (13/9/19) hingga Minggu (14/9/19).

“Sejak pagi tadi sudah puluhan orang yang masuk. Selama tiga hari ini kami sejak pagi hingga malam hari,” cetus salah seorang staf Facebook Indonesia.

Facebook Cafe terbuka untuk semua kalangan dan menawarkan berbagai aktivitas untuk meningkatkan pemahaman publik tentang pengaturan, kebijakan, dan fitur Privasi yang tersedia di Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Menurut Manajer Kampanye Kebijakan, untuk Facebook di Indonesia Noudhy Valdryno setiap hari, orang Indonesia terhubung dengan teman atau keluarga melalui Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

“Kami memahami bahwa mereka memiliki banyak pertanyaan tentang cara platform kami bekerja dan bagaimana kami dapat memberikan perlindungan terhadap informasi yang mereka bagikan,” ujar Valdryno.

Lanjut dia, tidak semua masyarakat di Indonesia mengerti bagaimana mengatur privasi, namun mereka antuasias terhadap keberadaan media sosial.

“Fitur dan kendali privasi ini hanya dapat berfungsi dengan baik jika mereka memahami cara penggunaannya,”  kata dia lagi.

Di Facebook Cafe, pengunjung akan diajak untuk mengikuti tes privasi, yang akan membantu mereka untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang fitur dan kendali privasi di Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Pengunjung juga memiliki kesempatan untuk belajar dan meningkatkan pengaturan Privasi mereka, sambil menikmati sajian dan camilan dari Facebook, sehingga mereka dapat melihat dan meninjau tentang siapa yang melihat informasi dan konten yang mereka bagikan, dan juga situs atau aplikasi apa yang menggunakan Facebook untuk login atau mendaftar.

Facebook, Instagram, dan WhatsApp dirancang untuk membangun komunitas dan membuat dunia menjadi lebih dekat. Platform kami membantu orang untuk terhubung dengan teman dan keluarga, menemukan perhelatan lokal, dan komunitas yang sesuai dengan minat mereka.

“Kami menyadari  orang menggunakan platform kami untuk saling terhubung, tetapi tidak semua orang ingin berbagi semua hal dengan semua orang – termasuk dengan Facebook. Hal yang penting bahwa setiap orang memiliki pilihan tentang bagaimana informasi mereka digunakan,” tutup Valdryno. (van)

Bagikan ke: