Enam Langkah Strategis Transformasi Digital Bagi UMKM

Foto: Istimewa.

Jakarta (Peluang) : Dampak positif platform digital bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memastikan kelangsungan bisnis mengakses pasar baru.

Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Fajrin Rasyid mengatakan, di negara berkembang seperti Indonesia, sektor UMKM merupakan pilar utama perekonomian nasional dengan berkontribusi 60 persen bagi Produk Domestik Bruto (PDB).

“Hasil penelitian kami sesuai dengan data KemenkopUMKM tahun 2021 memperlihatkan bahwa UMKM memberikan lapangan kerja bagi 97 persen atau 117 juta pekerja yang 64,5 persennya merupakan kaum perempuan dan memberdayakan ekonomi lokal,” kata Fajrin.

Karena UMKM berkonstribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa, maka pemerintah harus mendukung pengembangan pelaku usaha ini dalam pemulihan. Apalagi mereka menghadapi tantangan besar selama pandemi Covid-19, banyak UMKM bangkrut karena keterbatasaan mobilitas sosial dan juga kekurangan modal untuk pengembangan usahanya.

Untuk memulihkan kondisinya, maka pelaku UMKM harus masuk ke dalam ekosistem digital. Ia mengatakan, transformasi digital menyediakan platform penting untuk mendukung dan meningkatkan peluang bagi UMKM selama periode yang penuh tantangan ini. Teknologi digital dapat memberikan akses untuk memastikan kelangsungan bisnis saat mengekases pasar baru yang sedang berkembang secara nasional, regional dan global.

“Teknologi digital juga memberikan jalur yang bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan proses dan cara kerja, dan mengurangi biaya bisnis yang sedang berlangsung,” tambah Fajrin.

Untuk mengatasi hambatan yang dialami pelaku UMKM, riset Telkom Indonesia dan BCG memberikan 6 rekomendasi strategis yang dapat mendukung transformasi digital UMKM.

Pertama, sebut Fajrin, penggunaan teknologi digital untuk menetapkan strategi, riset pasar terkait produk yang diminati konsumen. Kedua, menggunakan platform e-commerce atau teknologi cloud untuk membantu UMKM mencari pemasok barang dan jasa serta membangun kolaborasi yang memungkinkan pelaku usaha sektor ini membangun infrastruktur digital dengan biaya yang efektif dan terukur.

Ketiga, UMKM akan mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas. Keempat, dengan mengadopsi teknologi digital akan membuat pelaku UMKM meningkatkan skil dan pengetahuannya terkait digitalisasi.

Adapun kelima yakni UMKM mudah mengakses pembiayaan. Hal ini tentunya harus didukung juga oleh pemerintah dan lembaga swasta yang memberikan akses pembiayaan yang adil dan berkelanjutan bagi UMKM.

Keenam, untuk mendorong transformasi digital bagi UMKM, perlu ada regulasi atau kebijakan yang mendukungnya. “Terutama yang bisa menjaga keseimbangan antara UMKM dengan perusahaan besar. Regulasi tersebut bisa mencakup kebijakan yang mengenai insentif perpajakan dan pengakuan Kekayaan Intelektual (HAKI),” pungkasnya.(s1).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.