Ekspansi di Jalur Pantai Utara Jawa Barat

Kopsyah BMI lakukan ekspansi dengan membuka kantor cabang di Kabupaten Subang, Indramayu dan Karawang. Perluasan jaringan layanan ini ikhtiar untuk mewujudkan pemerataan ekonomi.

Untuk lebih mendekatkan layanan kepada anggota dan masyarakat sekaligus menebarkan semangat gotong royong, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) memperluas jaringan kantor layanan di jalur pantai utara (Pantura) Jawa Barat.

Kamaruddin Batubara, biasa disapa Kambara, Direktur Utama Kopsyah BMI sekaligus Presiden Direktur Koperasi Sekunder Benteng Madani Indonesia (Holding BMI Group) mengatakan, kehadiran Kopsyah BMI di sepanjang jalur Pantura Jawa Barat bertujuan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat mempraktikan semangat gotong royong dengan menjadi anggota koperasi.

“Dengan semangat ekonomi gotong royong,  masyarakat yang telah menjadi anggota akan mendapatkan manfaat secara individu dan bisa membantu sesama yang membutuhkan,” ungkap Kambara.

Pelaksanaan PU Kopsyah BMI di jalur Pantura Jawa Barat diawali di Daerah Pelayanan Cabang Pagaden yakni Desa Pagaden, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, pada  Rabu, 16 Februari 2022. Pada hari yang sama, Kopsyah BMI juga menghelat PU di Kuwu (Desa) Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu (Cabang Jatinyuat).

Kemudian pada Kamis 17 Februari 2022, PU digelar di Desa Kalijati Timur, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang (Cabang Kalijati). Selanjutnya, Kopsyah BMI menggelar PU perdana di Karawang berlokasi di Desa Kalangsuria, Kecamatan Rengasdengklok pada 22 Februari 2022.

Seperti diketahui, PU merupakan forum persiapan sebelum membuka kantor cabang di suatu daerah. Di setiap forum PU, Pengurus koperasi berprestasi tingkat nasional itu antara lain menjelaskan sejarah, produk dan layanan, nilai-nilai, dan sepak terjang pemberdayaan yang tercantum dalam Model BMI Syariah. Yang tidak kalah pentingnya, acara PU juga selalu diiringi dengan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat setempat.

Dalam menyelenggarakan PU, Kopsyah BMI sebagai badan hukum resmi senantiasa melibatkan unsur pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya.  “Sebagai lembaga resmi kami selalu menggandeng pemerintah setempat untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat tentang koperasi,” tambah Kambara.

Dengan melaksanakan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas di setiap acara PU, tidak heran jika forum ini berhasil menjadi magnet dalam menarik masyarakat setempat untuk menjadi anggota Kopsyah BMI.

Kambara menambahkan, koperasi yang benar itu adalah yang menjadikan anggota sebagai pemilik, pengguna dan pengendali. Ketiga hal tersebut sudah dilaksanakan oleh Kopsyah BMI. “Dengan mengandalkan kekuatan anggota (orang), maka semakin banyak orang yang menjadi anggota koperasi, maka pemerataan ekonomi akan cepat terwujud,” tegasnya.

Senada dengan sang Komandan, Direktur Operasional Kopsyah BMI Yayat Hidayatullah menjelaskan bahwa melalui PU, Kopsyah BMI mengajak warga di pesisir pantura Laut Jawa untuk berwirausaha dan menabung dalam meningkatkan perekonomian. “Untuk itu Kopsyah BMI hadir dan sekaligus untuk menggerakan ekonomi syariah yang lebih berkeadilan,” ungkap Yayat.

Menurut Yayat, semangat membangun Kopsyah BMI di Pantura Jawa Barat sama bergeloranya saat Kopsyah BMI berdiri pertama kali di wilayah Pantai Utara Tangerang, 19 tahun silam. Semangat membawa Koperasi Syariah yang mandiri, berkarakter dan bermartabat untuk kemaslahatan anggota dan masyarakat.

Sebagai koperasi syariah sejati, Kopsyah BMI melarang adanya penyitaan barang milik anggota dalam penyelesaian permasalahan pinjaman. Jika ada anggota tidak bisa membayar, pengurus akan mencari faktor penyebabnya terlebih dahulu. Jika anggota memang benar-benar tidak mampu membayar atau terkena bencana alam, maka Kopsyah BMI akan menghapuskan kewajiban anggota tersebut.

Ambil contoh, saat terjadi bencana banjir di Lebak Selatan beberapa waktu lalu, Kopsyah BMI telah menghapus utang 64 anggota yang nilainya mencapai Rp300 jutaan. Bahkan, bukan sekadar menghapus utang, BMI juga memberikan pembiayaan agar ekonomi anggota yang terkena musibah dapat kembali pulih. Inilah praktik koperasi yang benar, dimana saat anggota sedang kesusahan, seharusnya koperasi bergerak membantu dan mendorong anggota untuk kembali mandiri.

Dengan melaksanakan prinsip koperasi dan hukum syariah secara bersamaan, terbukti koperasi dengan aset lebih dari Rp1 triliun ini semakin berkembang. Model BMI Syariah yang sudah terbukti kini menjadi acuan berkoperasi yang benar di banyak tempat.

Kopsyah BMI tidak hanya menyalurkan pembiayaan dan menagih angsuran saja, tetapi sejak awal membudayakan gerakan menyimpan dan menabung di Koperasi. Hal ini bertujuan untuk mendorong  usaha anggota semakin tumbuh baik dan terbebas dari jebakan utang yang terus menerus.

Mendapat Apresiasi

Gelaran PU Kopsyah BMI di jalur Pantura Jawa Barat mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi baik dari pejabat daerah, tokoh masyarakat maupun masyarakat. Seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Subang Yayat Sudrajat.

Yayat mengucapkan selamat datang kepada Kopsyah BMI di Subang. Ia juga memberikan empat harapan kepada Kopsyah BMI yakni memberikan dukungan permodalan kepada usaha mikro, memberikan edukasi berkoperasi yang baik dan benar, meningkatkan kewirausahaan warga,  dan meningkatkan kesejahteraan warga.

“Saya ucapkan Wilujeng Sumping (Selamat Datang) Kopsyah BMI. Besar harapan kami kepada BMI. Sekitar 1,6 juta warga Kabupaten Subang, dan didominasi oleh usaha mikro. Pemkab Subang melalui DKUPP berharap BMI bisa memberikan daya ungkit peningkatan usaha mikro. Satu lagi, saya berharap Kopsyah BMI segera beroperasi dan memfasilitasi permodalan dan pemasaran usaha mikro warga Subang,” ungkapnya penuh harap.

Apresiasi atas kehadiran Kopsyah BMI juga diungkapkan Kuwu Juntikedokan Indramayu, Suendi. Ia mengatakan, kehadiran BMI seperti oase di padang pasir. Baginya, kehadiran Kopsyah BMI menghapus trauma mereka beberapa bulan yang lalu. Pasalnya pada Oktober 2021 lalu, banyak warganya yang menjadi korban investasi bodong dengan model multi level marketing (MLM).

”Saya ingatkan bapak ibu, bahwa Kopsyah BMI bukan kayak MLM yang pernah menipu warga Indramayu beberapa bulan silam.  Ini benar-benar legal, jadi aja wedi (jangan takut) jadi anggota Kopsyah BMI. Kalau sudah jadi anggota harus amanah untuk usaha,” ujar Suedi.

Hal senada diungkapkan Kades Kalijati Timur Kabupaten  Subang Ahadiyat Amaludin. Ia menyatakan sangat mendukung program Kopsyah BMI yang salah satunya program sosial dan pemberdayaan anggota.  ”Sisi sosial Kopsyah BMI luar biasa banyak. Oleh karenanya, saya mendukung kehadiran BMI di wilayah Kalijati Timur. Kopsyah BMI tidak hanya memberikan modal saja, tapi juga mengajak masyarakat bisa mandiri lewat koperasi,” tutur Ahadiyat.

Respons positif terhadap rencana pembukaan kantor cabang baru Kopsyah BMI di jalur pantura Jawa Barat tersebut menandakan bahwa warga membutuhkan koperasi untuk bersama-sama mencapai kesejahteraan. Seperti sering diungkapkan Kambara di berbagai kesempatan, hanya melalui koperasi pemerataan ekonomi dapat terwujud. Bravo Kopsyah BMI. (Kur).

Bagikan ke: