Eksekutif Muda Anggap MEA Ancaman

ekskutif muda

Indonesia dianggap memiliki peran penting dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Siapkan pelaku usaha kita? “Sebuah studi memaparkan, hanya 45 persen eksekutif Indonesia yang melihat MEA sebagai peluang. Sisanya menganggap MEA sebagai sebuah ancaman,” tutur Indra Nur Fatriansyah, ketua Pelaksana Festival Indonesian Youth Conference (IYC) 2015 di Jakarta. Setelah enam tahun digelar, pihaknya mencoba membekali kesiapan kaum muda dengan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan berbagai bidang.

“Kami ada keinginan untuk buat acara skala internasional tapi tidak dalam waktu dekat. Kita ada keinginan untuk go international,” ujar Indra. IYC 2015 sendiri diselenggarakan dengan menghadirkan beragam pembicara yang berlatar belakang berbeda. Tak kurang 800 peserta anak muda hadir mengikuti delapan seminar dan tiga workshop dalam kegiatan tersebut.

Mitos yang berkembang selama ini, setelah diberlakukan MEA, barang-barang dari negara-negara ASEAN akan menyerbu pasar Indonesia. “Padahal Indonesia pun memiliki peluang untuk menyerbu pasar ASEAN. “Awal 2016, sebanyak 480juta pasar di luar sana terbuka bagi kita. kita pun bisa menyerang, tergantung produk apa yang akan kita jual di pasar ASEAN.

Kita harus balance, jangan terlalu pesimis tapi harus melihat sisi optimisnya,” kata Kepala BPPK Kemenlu, Darmansjah
Djumala.  (Nay)

Bagikan ke: