Eboni Watch, Produk Jam Berbasis Kearifan Lokal Sampai Eropa

Ilustrasi-Foto: Surya.

JAKARTA—Enam tahun lalu seorang pemuda asal Klaten, Jawa Tengah bernama Afidha Fajar Adhitya menjajal pembuatan jam tangan kayu yang disebutnya sebagai Eboni Watch.  Walau namanya Eboni, Afidha menggunakan kayu berkualitas, yaitu rosewood, kayu dari limbah pabrik kayu hingga kayu maple.

Dengan  modal Rp2 juta membawanya pada produksi hingga 300 unit per bulan dan menciptakan lapangan kerja serta menghasilkan omzet rata-rata Rp150 juta per bulan.

Proses produksinya menggunakan mesin Quartz Ronda dari Swiss yang terbukti lebih akurat, awet, dan kuat atau tahan banting. Jam  tangan ini aman dipakai untuk kegiatan yang bersinggungan dengan air yang bersifat ringan, misalnya kehujanan, wudhu dan mencuci.

Selain itu Afidha juga membuat produk serupa yang disebut Eboni Pamor. Produk ini  bentuk manifestasi nilai tradisi lokal yang dituangkan menjadi produk fesyen, sehingga budaya dan tradisi Tosan Aji dapat terus berkelanjutan di era modern ini.

Eboni Pamor menggunakan dial pamor asli keris dan dibuat oleh seorang Empu (pembuat keris) generasi muda asal Solo yang secara turun temurun mempelajari pembuatan keris.

Menurut Afidha, perkembangan produknya selama pandemi justru naik lumayan signifikan. Produksi rata-rata 1.200  buah per bulan dengan harga jual antara Rp400 ribu hingga Rp2,5 juta/

“Pemasaran ke seluruh Indonesia via online marketplace, website maupun beberapa toko dan department store official distributor Eboni watch.  Kami juga punya Juga distributor penjualan ke Eropa,” ujar Afidha kepada Peluang, melalui Whatsapp, Sabtu (31/1/21).

Eboni mengoptimalkan potensi pasar melalui media sosial dan e-commerce sesuai dengan taget pasar anak muda.

“Rencana ke depan kami ingin merambah pasar lebih luas di dalam negeri, penetrasi ke low-end market dengan harapan jam kayu bisa dinikmati semua kalangan masyarakat. Menambah kapasitas produksi dengan membuat pabrik dan kantor baru di Klaten,” papar Afidha.

Kreativitas Afidhal mendapat apresiasi dalam ajang  IGDS (Indonesia Good Design Selection)  2020. Eboni Pamor, terpilih kembali sebagai pemenang kategori People’s Choice di IGDS 2020 karena mendapat total like sebanyak 1082 di akun instagram @igdsofficial. Sebelumnya, pada IGDS 2019, Eboni juga memperoleh penghargaan kategori People’s Choice dengan produknya, Eboni Cakra.

Menurut Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih penghargaan IGDS merupakan bentuk apresiasi pemerintah di bidang desain produk bagi pelaku industri, perusahaan maupun praktisi desain.

“Sekaligus untuk mendukung dan meningkatkan nilai kompetitif dari daya saing produk-produk industri nasional utamanya di bidang desain produk,” kata Gati di Jakarta, Sabtu (30/1/21) (Van).

Bagikan ke: