Dukung Kesetaraan dan Kemandirian Bisnis Koperasi Indonesia

Melalui Rapat Kerja Nasional Dekopin dan Sarasehan ke-5 Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia, para pegiat koperasi menegaskan komitmennya untuk bersama-sama memajukan usaha koperasi.

Koperasi sebagai salah satu entitas bisnis di Indonesia saat ini perannya masih tertinggal dibanding badan usaha lain seperti korporasi atau BUMN. Oleh karenanya, perlu konsolidasi dan gebrakan agar lembaga sokoguru perekonomian itu bisa lebih menggigit dalam menopang kesejahteraan anggota sekaligus berkontribusi dalam perekonomian.

Kesadaran untuk lebih memajukan bisnis koperasi tercermin dari para pegiat koperasi dalam Rapat Kerja Nasional Dekopin dan Sarasehan Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia (Forkom KBI) yang digelar di Bali, pertengahan Juli 2022. Kegiatan itu diselenggarakan untuk menyemarakan Hari Koperasi ke 75.

Salah satu peserta acara tersebut, Tumbur Naibaho, Ketua Pengurus Koperasi Makmur Mandiri (KMM) mengatakan sangat mendukung gagasan dan inovasi untuk perbaikan koperasi Indonesia. “Saya selaku salah satu anggota dari Forkom KBI, sangat mendukung apa yang dibicarakan pada Rapat Kerja Nasional Dekopin terutama masalah beberapa usulan untuk perbaikan dirancangan undang-undang perkoperasian, juga di dalam organisasi Dekopin yang ada saat ini,” ungkap Tumbur.

Seperti diketahui KMM merupakan salah satu koperasi besar terpercaya yang kinerjanya tetap kokoh meski digempur pandemi. Koperasi yang berkantor pusat di Bekasi ini fokus dalam memberikan layanan prima kepada anggota. Salah satunya adalah menyediakan layanan digital Makmur Mandiri Mobile untuk memberi kemudahan bagi anggota dalam bertransaksi.

Temu bicara dan silaturahmi pegiat koperasi dari berbagai pelosok tanah air itu digelar kelima kalinya sejak 2001. Sarasahan Forkom KBI tahun ini mengusung tema Menuju Kesetaraan dan Kemandirian Bisnis. Selain untuk mempererat komunikasi, sarasehan ditujukan untuk  menjajaki kerja sama antar koperasi,  mendiskusikan isu strategis di sekitar perkoperasian, dan menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah mengenai perkoperasian.

Substansi tema Kesetaraan dan Kemandirian Binsis yang diusung pada sarasehan dimaksudkan untuk menegaskan ulang bahwa koperasi sejatinya badan usaha yang punya tempat strategis dalam konstitusi negara. Namun sayangnya, makna ini belakangan kian kabur karena pemahaman yang sempit dari mereka yang ingin berkoperasi tapi tidak konsisten  menjalani prinsip dan jati diri koperasi.

Acara Sarasahen menghadirkan tiga panelis, yaitu Ketua Umum Koperasi Setia Budi Malang Sri Untari Bisowarno, Notaris dan pemerhati intens perkoperasian  Dewi Tenty Septy Artiany, dan pengamat koperasi Suroto.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para pegiat koperasi yang  berasal dari beberapa daerah antara lain Jawa Barat,  Banten,  DIY,  Jawa Tengah, Jawa Timur,  Bali, NTT, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, dan Sulawesi Selatan.

“Kami melihat acara ini cukup bagus. Kita mendukung supaya acara-acara seperti ini bisa kita lakukan setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional. Mari kita sama-sama Forum Koperasi Besar untuk maju demi koperasi Indonesia,” pungkas Tumbur.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.