Digitalisasi Tingkatkan Performa dan Profesionalisme Kopdit Obor Mas

Siap tancap gas seusai pandemi jadi komitmen KSP Kopdit Obor Mas untuk mengukir kinerja unggul di tahun 2022. Pencapaian total aset sebesar Rp1,106 triliun jadi modal kuat bagi koperasi papan atas di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.

Usia setengah abad tidak mengendurkan semangat para pengelola KSP Kopdit Obor Mas mengukir kinerja usaha. Indikatornya terlihat dari jumlah anggota yang terus meningkat hingga 119.608 orang dengan saldo pinjaman Rp927,899 miliar. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapersiasi kinerja yang dicapai di tengah pandemi itu. Ia menekankan agar KSP Kopdit Obor Mas tumbuh menjadi koperasi modern dengan senantiasa meningkatkan pelayanan secara digital kepada anggota.

“Digitalisasi ini semakin memperkuat performa koperasi dan membuat Obor Mas mampu mempertahankan profesionalitas pengelolaan usaha dan responsibilitas tinggi pada peluang bisnis,” ujarnya dalam sambutan secara daring pada Rapat Anggota Tahunan KSP Kopdit Obor Mas Tahun Buku 2021, Selasa (31/5/2022) di Maumere, NTT. RAT ke 38 itu dihadiri Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diego, tokoh koperasi nasional yang juga Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans Provinsi NTT, Selvi Pekudjawang, Ketua Puskopdit Swadaya Utama NTT Aleksius Bertholomeus serta sekitar 500 anggota Kopdit Obor Mas.

 Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diego mengakui kontribusi KSP Kopdit Obor Mas dalam ikut menyejahterakan Kabupaten Sikka. Ia berharap koperasi terlibat dalam meningkatkan potensi perekonomian Sikka, misalnya meningkatkan potensi sektor riil, di perikanan dan pertanian.  “Koperasi juga memberikan peran mengatasi kemiskinan setidaknya melakukan pencatatan rakyat miskin untuk kemudian diberikan kepada pemerintah untuk dicari solusinya,” ujar Roberto Diego  yang berkesempatan membuka RAT ke 38 Kopdit Obor Mas.   RAT kali ini bertema Penguatan Usaha Produktif Anggota Melalui Digitalisasi dan Pendekatan Pelayanan “Filosofi Sahabat” Menuju Kesejahteraan Anggota”. 

Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas Andreas Mbete periode 2019-2022 mengatakan RAT Tahun Buku 2021 diawali dengan RAT Mini sebanyak 1.431 kelompok yang terdiri dari  50-100 orang.  RAT secara kelompok kecil efektif dan efesien, kehadiran kelompok minimal korum 50% plus 1. Dengan total anggota yang hadir dalam semua RAT Mini 5.472 orang atau 57%. Ini sesuai UU Koperasi dan Permenkop Nomor 11 Tahun 2017  di mana pelaksanaan RAT wajib dihadiri 50% plus 1.

Andreas mengajak anggota untuk ikut bangga bahwa Obor Mas menjadi koperasi pertama yang menjadi role model pelaksanaan juklak dari Kemenkop dan UKM  terkait fit and proper test pengurus yang akan dipilih tahun ini . (Irm)

Bagikan ke: