Digitalisasi Koperasi Harga Mati

Implementasi layanan digital perlu diimbangi dengan peningkatan profesionalitas pengelola maupun pengurus serta melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola yang baik.

Milenial dan Gen Z sebagai populasi terbesar di Indonesia menempati posisi strategis bagi kelangsungan usaha koperasi. Kemampuan sokoguru ekonomi dalam memikat minat kedua generasi tersebut untuk menjadi anggota dapat memperkokoh pertumbuhan usaha koperasi pada masa mendatang.

Salah satu karakteristik yang menonjol dari milenial dan Gen Z adalah kecenderungan pada teknologi digital. Umumnya mereka juga lebih mahir dalam memanfaatkan digital dibandingkan generasi baby boomer. Oleh karenanya, koperasi perlu mengadopsi layanan digital jika tidak ingin tergilas zaman.

“Generasi Milenial dan Gen Z sudah melek teknologi dan informasi. Karena itu tidak ada pilihan, bahwa koperasi harus melakukan digitalisasi  dalam kegiatan operasional,” ungkap Tumbur Naibaho, Ketua KSP Makmur Mandiri (KMM).

Secara umum saat ini pengembangan teknologi di koperasi masih rendah dan hal itu turut memengaruhi kemajuan koperasi. Memasuki usia 75 tahun, gerakan koperasi Indonesia harus lebih mengintensifkan implementasi teknologi informasi. Untuk itu, diperlu-kan pendam-pingan dan pembinaan terutama bagi koperasi-koperasi kecil yang ingin mengadopsi teknologi digital dalam mendukung aktivitas operasional.

Selain memanfaatkan digitalisasi layanan, kata Tumbur, pengembangan usaha koperasi perlu diiringi dengan peningkatan profesionalitas para Pengelola maupun Pengurus Koperasi serta pemahaman terhadap regulasi perkoperasian. “Pengelola dan pengurus harus lebih profesional serta memahami aturan dan perundang-undangan terkait perkoperasian,” ungkap Tokoh Koperasi berprestasi ini.

KMM telah memiliki infrastruktur digital seperti Makmur Mandiri Mobile untuk menopang pertumbuhan usahanya. Sejak diluncurkan beberapa waktu lalu kehadiran aplikasi digital mobile banking itu mendapatkan respons positif dari anggota karena memudahkan dalam mengecek jumlah simpanan maupun transfer antar anggota.

Tumbur menambahkan, kondisi koperasi sekarang sedang menuju pemulihan sejalan dengan momentum pemulihan ekonomi pasca covid-19. Untuk itu, ia mengharapkan perhatian dan dukungan dari pemerintah agar usaha koperasi dapat kembali pulih seperti sebelum pandemi. “Koperasi di Indonesia membutuhkan perhatian pemerintah untuk membina usaha-usaha koperasi yang ada,” ungkapnya.

Pemerintah juga diharapkan semakin tegas dalam membasmi aktivitas ilegal dari oknum-oknum yang mengatasnamakan koperasi namun tidak memiliki legalitas sebagai badan usaha koperasi. Dengan ditumpanya koperasi abal-abal tersebut, ia yakin koperasi akan semakin sehat dan citranya dapat terangkat di hadapan publik.  (Kur)

Bagikan ke: