Dicari Reseller Madu Asli Badui Dalam

Kopmen BMI terus menggenjot pemasaran produk-produk lokal berkualitas seperti madu odeng yang diklaim bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Madu selama ini dikenal memiliki banyak khasiat seperti meningkatkan daya tahan tubuh maupun sebagai obat berbagai macam penyakit. Indonesia sebagai negara kaya  biodiversitas punya banyak daerah sentra produksi madu yang sudah terkenal, salah satunya di Provinsi Banten. Madu odeng- begitu warga Badui Dalam menyebut madu hutan asal daerahnya yang saat ini banyak diburu oleh masyarakat.

Radius Usman, Direktur Utama Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) mengungkapkan bahwa madu odeng merupakan salah satu komoditas yang sedang digenjot pemasarannya di jaringan Koperasi BMI. “Kopmen BMI terus memberdayakan  produk-produk lokal berkualitas, salah satunya madu odeng yang diproduksi anggota untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” ujar Radius.

Madu odeng dipanen langsung dari petani Badui Dalam kawasan Cibeo, Desa Ciboleger, Kecamatan Leuwidamar, Lebak Banten. Pengambilan madu berasal dari pohon Kiara setinggi 45 meter lebih di daerah tersebut.

Untuk memastikan keaslian produk madu yang akan dipasarkan dan melihat proses produksinya secara langsung Kopmen BMI mengutus Ahyadi, Direktur SDM dan Keuangan Kopmen BMI dan Sutarto, Manajer Divisi Makanan Minuman Kopmen BMI ke lokasi produksi madu tersebut.

Saat tiba di lokasi, dengan menggunakan sarung tangan plastik, keduanya pun mencoba memeras madu hutan ala Badui Dalam dengan menggunakan corong buatan dari daun pisang. Tempat produksi dilakukan di salah satu lahan milik Badui Luar. “Biasanya hanya minum madu saja, namun kali ini sekalian dengan sarang dan madunya dicicip, rasanya manis dan enak sekali,” ujar Ahyadi.

Pada kesempatan yang sama, Sutarto menambahkan pihaknya membuka kesempatan bagi anggota Koperasi BMI untuk menjadi reseller madu odeng. Madu ini dijual dengan harga sebesar Rp110 ribu untuk ukuran botol 330 ml dan Rp200 ribu untuk ukuran 660 ml. Bagi anggota yang tertarik dapat langsung menghubungi pengurus Kopmen BMI.

Sementara DIki, petani madu yang juga merupakan anggota Kopmen BMI mengungkapkan, madu produksinya dijamin asli karena langsung diambil dari alam tanpa ditambahkan dengan zat lainnya.  “Madunya masih segar, kami ambil langsung dari pohonnya,” ungkap Diki.

Salah satu tanda untuk mengetahui keaslian madu, kata Diki, jika madunya campuran  aka nada endapan. Madu odeng asli Badui dijamin tidak ada endapan. Oleh karenanya, konsumen tidak perlu meragukan keaslian produknya. Bahkan ia mempersilakan jika ada yang berniat melihat langsung proses produksi madu yang dilakukannya.

Untuk memenuhi permintaan Kopmen BMI, Diki menargetkan dapat memasok sebanyak 200 kg madu hutan dalam sebulan. “Madu odeng diklaim memiliki banyak manfaat di antaranya  membangkitkan vitalitas dan stamina, mencegah anemia, mengobati sakit perut, panas dalam, sariawan dan nutrisinya baik untuk masa pertumbuhan balita dan anak-anak,” ujar Diki sambil promosi.

Langkah Kopmen BMI dalam memasarkan produk-produk lokal berkualitas seperti madu odeng patut diacungi jempol karena dapat memberi manfaat ekonomis bagi anggota sekaligus menghasilkan perputaran ekonomi yang besar. (Kur).  

Bagikan ke: