Dibalik Sukses nya Pengusaha Kopi Gayo

Ilustrasi-Foto : Tempias.

Jakarta— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengupayakan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga penjuru negeri. Salah satunya dirasakan oleh pengusaha kopi Gayo asal Takengon, Provinsi Aceh.

UMKM tersebut mendapatkan pendampingan dari BRI dalam merintis usaha, dari nol hingga kini sukses menembus pasar internasional.

Muhammad Anzar Nawi pemilik usaha kopi ini berhasil mengembangkan potensi daerahnya melalui dukungan BRI. Anzar bercerita, dia besar di daerah penghasil kopi di mana kopi Gayo sebagai komoditas utamanya.

Anzar setiap harinya memproduksi sekitar 20 kemasan kopi bubuk yang beratnya masing-masing 250 gram. Berkat kegigihan, kejelian dalam berbisnis, produk tersebut dipasarkan dibeberapa toko souvenir di Banda Aceh.

“Dari pertama bisnis kopi. Semua toko souvenir di Banda Aceh saya masukin produknya. Sistem bisnis semacam itu berjalan selama dua sampai tiga tahun dengan brand awal Aceh Kopi Gayo,” Ucap Anzar

Dengan adanya permintaan pasar yang kian banyak, Anzar semakin bersemangat mengembangkan usahanya. Anzar membutuhkan modal untuk membangun usaha, teman Anzar mengenalkannya ke BRI dan mendapat kredit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sebesar Rp50 juta.

Dana tersebut digunakan untuk membeli alat-alat produksi. Anzar merubah merek produk kopinya menjadi Muniru Coffee Gayo. Muniru sendiri diambil dari tradisi suku Gayo di Provinsi Aceh.

Orang Gayo punya tradisi di dapur mereka memiliki perapian tradisional meskipun sudah ada kompor gas dengan memproduksi sendiri, biaya produksi bisa direduksi sekitar 25%. Selanjutnya,

“saya mulai produksi besar-besaran dengan merekrut lebih banyak pekerja untuk mengatrol omset. setelah mengingat, Muniru Coffee Gayo pun mulai dipasok ke super market maupun kios-kios penjual kopi.” Ucap Anzar

Selanjutnya Anzar mendapatkan modal dari BRI melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp150 juta pada 2017. dari modal tersebut, dia meningkatkan kapasitas produksi, membangun gudang penyimpanan, dan mulai kerja sama dengan pengepul.

Semua itu dilakukan agar Anzar mendapatkan pemasokan kopi dengan kualitas terbaik secara konsisten dan berkesinambungan.Produk green bean mulai dijual kepada perusahaan roastery lain di luar Aceh seperti Medan dan Surabaya.

Tak hanya itu, pada 2018 Anzar diundang BRI untuk mengikuti pameran di Banda Aceh. Kembali melebarkan sayap usahanya, pada 2019 pihaknya kembali mendapat kucuran KUR sebesar Rp350 juta dan digunakan

Bagikan ke: