Di Usia Berapa pun, Mulailah

Akumulasi prestasi dari pengalaman kalangan paruh baya justru positif. Itu modal penting untuk memulai usaha. Sejatinya, tak ada kata terlambat dalam hal apa pun. Penghalang seseorang berkarya di usia paruh baya, misalnya, justru bersumber dari pikiran bahwa usia menjadi faktor penyekat.

sale

 

Berapa usia Anda saat ini? Apakah 35 tahun, 40, 45, 50, 55, atau 60 tahun?

Di usia ini, Anda cukup maklum bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai. Begitu menurut petuah bijak, yang keabsahannya terbukti lintas zaman. Di dunia bisnis, hal yang sama juga berlaku. Walaupun usia dewasa ini memasuki kepala 3, 4 atau 5, kesempatan untuk sukses memulai usaha baru tetap terbuka. Beberapa keuntungan di usia matang bahkan memiliki nilai tambah.

Rumusnya: ilmu bisa dipelajari. Informasi bisa dibeli. Tapi, pengalaman merupakan anugerah unik yang hanya dimiliki oleh perseorangan. Dari posisi tersebut, mengapa anugerah ini tidak dimanfaatkan? Puluhan tahun berkecimpung di suatu industri, misalnya, niscaya membuat Anda mengenal betul industri itu. Jadi, alangkah sayangnya jika pengetahuan dan keterampilan yang tinggi berdasarkan pengalaman tersebut tersia-sia begitu saja.

Potensi generasi baby boomer—mereka yang lahir sebelum 1965—sebenarnya, tak kalah dengan para wirausahawan muda. Peluang terbuka lantaran usia harapan hidup semakin panjang. Selain itu, beberapa kalangan paruh baya ini tak hendak rehat total dan ongkang-ongkang sembari berkain sarung menikmati suara burung. Mereka masih butuh dan perlu berekspresi. Menurut hasil survai di Amerika tahun 2011, persentase perusahaan yang didirikan pengusaha berusia 55-64 tahun naik sekitar 6,6%. Angka ini melonjak dari 14,3% (1996) menjadi 20,9% (2011).

Memulai sesuatu yang baru (yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan sebelumnya) juga bisa saja dijalankan di usia senja. Misalnya saja, karena waktu yang lebih luang, Anda mulai belajar membuat barang-barang kerajinan dari keramik. Buku petunjuk atau info teknis tentang hal ini toh mudah didapat. Setelah selesai belajar, Anda bisa meneruskannya dengan menciptakan dan menjual berbagai perhiasan dari keramik tersebut.

Kalau anda menggemari riset di bidang tertentu, mengapa tidak mencoba menjalankannya secara purna waktu sebagai profesional handal di bidang ini?

Jika Anda selama ini suka memasak dan mencoba berbagai resep masakan di waktu senggang, Anda boleh mencoba membuka restauran, catering, memberi kursus memasak, ataupun membuat buku-buku resep masakan dari berbagai daerah atau benua. Minat yang tinggi merupakan modal sukses yang kuat.

Jika Anda selama ini bekerja di industri percetakan atau penerbitan buku, mengapa tidak mencoba menerbitkan buku atau majalah (baik dalam bentuk cetak maupun elektronik)? Jika Anda selama ini bekerja di bidang perhotelan dan pariwisata, mengapa tidak mencoba meneruskan prestasi Anda di dunia yang sama (misalnya: membuka agen perjalanan, jasa hotel/penginapan sendiri dimulai untuk teman-teman, sanak keluarga, atau relasi bisnis Anda)?

Biasanya, sektor pertanian, perkebunan dan peternakan disenangi sebagian besar kalangan paruh baya secara alami. Kebutuhan pasar akan hasil pertanian dan peternakan dari waktu ke waktu terus membesar. Pada sisi lain, pasokan dari produsen yang ada belum mampu mengimbanginya. Contoh: bisnis peternakan ayam kampung, beternak lele atau ayam kate, membudidayakan ikan hias, bisnis makanan organik, bisnis tanaman hias.

Alternatif lain yang menghemat energi adalah menekuni sektor properti. Bisnis ini merupakan salah satu dari kebutuhan yang diperlukan oleh banyak orang. Enaknya lagi, Anda dapat menjalankannya dengan santai dari rumah saja. Investasi properti tidak ada ruginya, karena nilai jualnya selalu meningkat setiap tahun. Contoh: bisnis kontrakan/guest house, kost-kostan, manfaatkan lahan untuk tempat penitipan kendaraan bermotor.

 

Bagikan ke: