Di tengah pelambatan ekonomi KSP Sejahtera Bersama Tambah 20 cabang

Makin tinggi pohon tumbuh, makin kuat goncangan angin meniupnya. Filosofi itu mengilhami daya tahan Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama mengembangkan usahanya kendati kondisi perekonomian kurang menguntungkan.  

ksp sb

Pelambatan ekonomi akibat krisis global yang terjadi sepanjang 2015 membuat sejumlah usaha kecil dan menengah (UKM) mengalami pukulan cukup telak. Omsetnya, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM ditengarai turun antara 15% hingga 40%.

Situasi perekonomian yang labil itu juga berimbas pada kinerja Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama. Penyaluran pinjaman maupun simpanan sempat anjlok, tidak sesuai target. Namun pengelola KSP yang bermarkas di Kota Bogor ini meyakini kondisi tersebut bersifat temporer karena fondasi perekonomian di lapis akar rumput diyakini masih cukup kuat. “Kondisi perekonomian memang tengah melambat, tapi bukan berarti kami harus bersikap lamban atau berhenti. Karena mereka yang berhenti sejenak sekalipun pasti akan tergilas,” kata Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama Iwan Setiawan. Dia mengutif sajak filosof dan pemikir Pakistan Mohammad Iqbal, saat membuka acara General Meeting KSP Sejahtera Bersama Jakarta I pertengahan Februari lalu di Jakarta.

Kendati tidak sepenuhnya mencapai target usaha yang diharapkan, namun kinerja KSP Sejahtera Bersama sepanjang 2015 tetap menunjukkan pertumbuhan positif.

Belajar dari pengalaman kurang menarik di tahun 2014 dimana hanya terjadi kenaikan kinerja sebesar 30% akibat overload tugas masing-masing cabang, maka tahun lalu, KSP Sejahtera Bersama memecah unit tugas sejumlah kantor cabang, seperti Kantor Cabang (KC) Surabaya menjadi dua lokasi, demikian juga KC Bandung. Strategi untuk meringankan beban cabang ini menunjukkan hasil cukup signifikan, dimana terjadi kenaikan kinerja usaha sebesar 55% hingga 60% di tahun 2015.

Seperti dikatakan, salah seorang pengurus, Direktur Simpanan Tutur Madya, kurang maksimalnya kinerja di sejumlah KC lantaran beban kerja yang terlalu besar. “Satu Regional Manager (RM) bisa mengelola lebih 10 cabang. Bandung misalnya karena radius cakupanya cukup jauh 10-150 Km, tentu membuat pemantauan kurang efektif. Demikian pula halnya dengan KC Surabaya. Tetapi setelah kami bagi dua hasilnya meningkat dua kali lipat, kalau dulu sebulan per cabang menyalurkan Rp.10 miliar, kini bisa lebih dari Rp.20 miliar,” jelasnya.

Bisnis usaha simpan pinjam memang menjanjikan prospek sangat lumayan. Karena akan mendapatkan bunga majemuk, yakni hasil kelipatan tagihan dan bunga yang dipinjamkan lagi. Namun demikian, kata Direktur Pinjaman Eman Soeherman, pihaknya harus cermat memberikan pinjaman, sehingga tidak berpotensi menimbulkan kredit macet. Agar tingkat kredit macet dapat dihidari KSP Sejahtera Bersama mempunyai Departemen Remedial. Tugasnya melakukan survei, dari sejak dikucurkannya pinjaman melalui tahapan seksama hingga peminjam menerima dana di depan notaris. Kecermatan tersebut memperkecil terjadi kredit macet. Seandainya terjadi pun tak perlu ribet karena tinggal dilelang dan daftarkan di balai lelang. Terlebih telah dihitung agunan itu nilainya 150% dari pinjaman. Kalau pun dilelang koperasi tidak rugi karena agunannya telah dihitung dengan nilai 150% dari pinjaman. “Sepanjang pengikatanya bagus koperasi tak akan dirugikan. Apalagi sebelum mereka macet pasti pernah lancar angsurannya sehingga kalau diakumulasi koperasi tidak merugi,” ujarnya seraya menambahkan sebagai bukti dari kerja cermat tersebut non-performing loan di KSP Sejahtera Bersama masih di bawah 1%. Kiat jitu lain untuk mencegah kredit macet adalah selektivitas anggota. Pinjaman hanya diberikan pada anggota yang memiliki usaha sehat dan agunannya jelas. Dengan demikian terjadi simbiosis mutualisme, usaha mereka berkembang koperasi juga maju. Anggota makmur koperasi subur dan terciptalah tujuan koperasi mensejahterakan anggota.

Dengan tetap cermat menegakkan prinsip kehati-hatian, KSP Sejahtera Bersama mampu eksis mengayuh biduk usahanya. Memasuki 2016 koperasi ini bahkan sudah merancang ekspansi membuka 20 kantor cabang baru. Langkah tersebut dimulai dengan membuka satu kantor cabang baru di Gresik Jawa Timur pada 5 Januari lalu. Berikutnya secara berkala akan dibangun 5 kantor cabang baru pada bulan April, Juni, September dan empat kantor cabang di bukan Nopember 2016. Adapun lokasinya tersebar di berbagai provinsi di Jawa, yaitu Jatim, Jateng, DIY, Jabar dan DKI.

Kendati pelambatan ekonomi banyak memukul sektor UKM, namun menurut Tutur Madya kondisi tersebut tidak terlalu berpengaruh bagi kinerja KSP Sejahtera Bersama. Pasalnya market sudah dikuasai sehingga tetap bisa mengembangkannya. Terkait isu-isu negatif tentang koperasi juga tak mempengaruhi, terbukti pecapaian penyaluran tetap tinggi. Kuncinya pasar yang sudah ada terus menerus dirawat. Efeknya penabung makin bertambah dan sebaliknya yang menarik simpanan tidak bertambah. Sebagai kontrol setiap triwulan diterapkan pengawasan intensif dengan maksud menangkal bermacam isu, seperti persaingan, sehingga tidak mempengaruhi kinerja. Mengenai target penyaluran kredit tahun 2016, Tutur oprtimistis bisa mencapai 100% sehingga pihaknya berani menyiapkan dana Rp.800 miliar untuk lending. Parameternya pertumbuhan anggota mencapai 7.000 orang per bulan. Dari target tersebut Januari kemarin terealisir penambahan anggota baru 6.500 orang. Sehingga pada akhir periode 2016 anggota baru ditaksir bertambah sekitar 85 ribu hingga 100 ribu orang.

Tingkatkan Pertumbuhan Anggota

Agar manfaat koperasi berimbas pada kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, usahanya harus terbuka bagi semua kalangan dan berlangsung demokratis terhadap para anggotanya. Idealita seperti itu menjadi impian KSP Sejahtera Bersama. Lantaran itu pula, sejak tahun lalu koperasi ini mencanangkan program “Gebyar Satu Juta Anggota.” Target tersebut kata Direktur Utama KSP Sejahtera Bersama Dang Zeany diharapkan terealisasi pada 2022. Sejak 2014, upaya mencapai target jangka panjang tersebut terus digeber dengan memaksimalkan semua potensi karyawan dan anggota. “Dalam sebulan kami targetkan 7.000 anggota sehingga setahun 84.000 anggota. Jumlah tersebut bisa lebih besar seiring bertambahnya kantor cabang. Sehingga pada periode 2022 optimisme satu juta anggota tercapai,” kata Dang Zeany.

Mencermati pertumbuhan yang tetap positif kendati didera ekonomi sulit, target 1 juta anggota bukan imposible karena progresnya jelas, hitungan perbulannya nyata. Masalahnya, tinggal menghitung mau berapa lama target tersebut tercapai. Apalagi proses menjadi anggota KSP Sejahtera Bersama sangat mudah, asal sudah bayar simpanan pokok dan simpanan wajib terus mengisi formulir sudah menjadi anggota. Hari itu juga bisa langsung jadi anggota, bahkan kalau peminjam belum jadi anggota, sepuluh menit kemudian sudah menjadi anggota, sambung Dang Zeany lagi.

Pola rekruitmen anggota yang cukup mudah itu, jumlah anggota pun cepat meningkat. Bukan hanya mereka yang punya kebutuhan, yang tidak punya kebutuhan pun bisa diakomodir jadi anggota. Intinya dari strategi ini bisa mempercepat peningkatan anggota. Prinsip kerjanya dia harus menjadi anggota dahulu baru dilanyani pinjamannya meskipun baru 10 menit menjadi anggota. “Pokoknya penyimpan dan peminjam sama-sama jadi anggota. Tidak boleh menyimpan kalau tidak mau menjadi anggota. Sebaliknya peminjam meskipun Rp.5 juta sudah jadi anggota. Model kemudahan inilah yang mempercepat bertambahnya anggota. Dari semula 55 ribu orang terus bertambah hampir 100 ribu orang,” pungkas Dang Zeany.

Mengapa begitu mudah menjadi anggota KSP Sejahtera Bersama? Menurut Dang Zeany, koperasi adalah badan usaha yang unik, yang citranya melekat kuat dengan keterlibatan orang banyak. Karenanya koperasi harus inklusif (terbuka) di mana setiap orang boleh jadi anggota dan bahkan memimpin koperasi tersebut sesuai rapat anggota. Berlandaskan prinsip tersebut, kata Dang Zeany, KSP Sejahtera Bersama hanya melayani anggota. Anggota ini yang terus dicari oleh tim marketing. Setiap hari penyuluh lapangan koperasi ini terus mencari anggota baru. Dengan dukungan lebih 7.000 orang, dengan asumsi satu orang rekrut anggota baru, maka target 7.000 anggota baru satu bulan tidak sulit. Demikian pula dengan tenaga credit marketing officer (CMO) di 10 kantor cabang jumlahnya 700 orang. Mereka bertugas mencari peminjam. Perihal layak tidaknya diberi pinjaman mereka yang memverifikasi dan mengawal selama masa peminjaman berjalan.

Program kerja KSP Sejahtera Bersama memang sudah baku dan tertuang dalam road map dan blue print hingga 2022. Tetapi Zeany mengakui pencapaian road map belakangan agak keteteran karena pengaruh kondisi pelambatan ekonomi. Itu sebabnya dari target 100% terealisasi 70%. Tidak seperti saat koperasi ini mengawali tahun-tahun operasional selalu mencapai target 100% bahkan pada 2005 pernah mencapai 150%.

Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama Iwan Setiawan

 ketua ksp sb iwan s

Migrasi ke sistem elektronik agar anggota melek teknologi

 

Senantiasa merespon perkembangan ilmu dan teknologi, itulah cara KSP Sejahtera Bersama menjaga kinerja usahanya. Terlebih dengan rambahan teknologi informasi yang dewasa ini bergerak cepat sehingga berbagai bidang pekerjaan semakin efektif dan efisien. Salah satu langkah dilakukan koperasi ini adalah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara elektronik (on line). “Ini memang sejarah baru dalam perkoperasian kita di tanah air. Tetapi sangat krusial bagi usaha koperasi yang jumlah anggotanya semakin besar. RAT Elektronik, memudahkan anggota menyerap berbagai informasi koperasinya juga lebih efektif dan efisien,” kata Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama Iwan Setiawan.

Migrasi ke sistem elektronik merupakan upaya menjawab partisipasi kehadiran anggota dalam RAT. Dengan jumlah anggota yang mencapai puluhan ribu tentu sulit mencari lokasi RAT apabila seluruhnya ingin hadir. “Jika semua anggota KSP Sejahtera Bersama ingin hadir di RAT, mungkin kita harus sewa Stadion Utama Senayan, masalahnya apakah langkah ini efektif atau malah justru pemborosan. Mendingan dananya kita alihkan untuk pendidikan anggota,” ujar Iwan. Lantaran pertimbangan efisiensi tersebut, untuk pertama kali (mungkin juga di Indonesia) KSP Sejahtera Bersama mengadakan RAT Elektronik.   “Sistemnya sudah dirancang dan tinggal mengumumkan kapan RAT dimulai. Anggota segera kami undang melalui SMS, Email, WhatsApp, surat atau melalui web sendiri,” ujarnya.

Iwan menambahkan anggota bisa login kode akses yang akan diberikan. Kalau nanti sudah masuk ke aplikasi RAT, mereka bisa membaca pertanggung-jawaban pengurus dan pengawas. Mereka kemudian memberi komentar setuju atau tidak setuju, dan sarannya seperti apa. Melalui model tersebut semua anggota bisa memberikan pendapat tanpa paksaan.

Kelebihan cara ini, sambung Iwan, semua anggota bisa terlibat dan akses melalui handphone dan internet. Bagi yang tidak punya fasilitas tersebut, mereka bisa datang ke kantor cabang terdekat untuk mengaksesnya. Ketika ditanya persyaratan apa saja yang diperkukan agar anggota bisa ikut RAT Elektronik ini? Menurut Iwan, setiap anggota yang belum dinyatakan keluar mendapatkan kode login untuk akses, termasuk anggota pasif.

Demi suksesnya rencananya tersebut sosialisasi beragam cara akan ditempuh. Selain melalui dalam general meeting juga melalui para marketing untuk melakukan penyuluhan pada anggota. Meski sistem anyar Iwan berharap anggota yang berpartisipasi bisa mencapai 70% dari total anggota 80 ribu orang. Minimal mereka memberi tanggapan setuju atau tidak setuju, apa pendapat dan saran-saran.

“Sistem RAT elektronik ini bisa melibatkan 100% anggota dan bisa memberikan apa yang sudah saya sebutkan tadi. Selanjutnya, untuk mewakili anggota akan kita ambil secara acak perwakilan dari setiap cabang atau daerah untuk hadir ke kantor pusat menyaksikan pembacaan keputusan-keputusan RAT berdasarkan RAT elektronik tersebut,” paparnya.

Kelebihan sistem elektronik ini memudahkan administrasi dan catatan-catatan lainnya. Terkait landasan hukum RAT elektronik, selain sudah melakukan sounding ke Kementerian Koperasi dan UKM, Iwan mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) No 19/2015 pasal 15 dan 16 tentang RAT yang bisa dilakukan secara tertulis dan bisa secara elektronik. Secara terpisah, Asdep Kelembagaan Kemenkop dan UKM Salekan menyambut baik kesiapan KSP Sejahtera Bersama menggelar RAT elektronik, Dia berharap sistem RAT elektronik tersebut bisa dibakukan sehingga bisa menjadi percontohan bagi koperasi lain yang ingin menggelar RAT elektronik. (Irsyad Muchtar)

Bagikan ke: