Desa Simoketawang Inovasi Kampung Wisata Kelengkeng

Ilustrasi-Foto Beritjatim.

SIDOARJO—Desa Simoketawang, Kabupaten Sidoarjo melakukan inovasi bagaimana seharusnya mengelola BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa.

Sejak 2017, Kepala Desa Simoketawang Zainudin Ilyas menjadi budi daya kelengkeng menjadi produk unggulan desanya dengan target minimal satu pohon kelengkeng di tanam setiap warga di perkarangannya.  

Bumdes akan menambah lagi tanah 1 hektar yang sudah disiapkan. Lahan itu nantinya akan ditanami 200 – 250 bibit pohon kelengkeng.

Pada Kamis 16 Desember 2021, Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali akhirnya meresmikan Kampung Wisata Kelengkeng ini dan menjadikan contoh bagaimana seharusnya ekonomi desa.

“Kampung Wisata Kelengkeng ini menjadi salah satu pola pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bisa direplikasi di desa lain sesuai potensi masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, jika dalam pengembangan satu wilayah atau desa dapat menggerakkan roda ekonomi secara mandiri maka geliat ekonomi akan terus berjalan.

Bukan hanya sekadar kelengkeng, tetapi juga beberapa produk olahan itu diantaranya bernama koleng (Kopi Kelengkeng) yang dibuat dari 70 persen biji buah kelengkeng dan 30 persen Kopi Robusta. Sepertinya produk ini hanya ditemukan di Desa Simoketawang.

Kebun Wisata Kelengkeng sudah dikembangkan beberapa varietas Kelengkeng. Diantaranya varietas Kelengkeng New Cristal dan Kelengkeng Merah yang jenisnya masih langka dan langka di pasaran.

Sementara Kades Zainudin berharap ke depan untuk mengangkat potensi ekonomi masyarakat pedesaan, pemerintah desa menggandeng kampus swasta di Surabaya untuk membentuk kelompok Asuhan Mandiri (Asman).

Ada beberapa kelompok Asman beranggotakan ibu-ibu yang akan membuat berbagai macam produk olahan dari buah kelengkeng.

“Diharapkan bantuan pemerintah bisa membantu mempermudah mengurus izin usaha termasuk pemberian nama merek produk dari BUMDes Wisata Kelengkeng Desa Simoketawang,” ungkapnya.

Saat ini terdata jumlah BUMDes di seluruh Sidoarjo ada sebanyak 203 unit. Dari jumlah tersebut, yang masuk kategori Maju ada 37 unit, kategori berkembang 48 unit, dan kategori pemula 118 unit.

Bagikan ke: