Deretan Koperasi Jagoan IT

Dengan infrastruktur dan aplikasi IT yang mumpuni, beberapa koperasi berhasil menunjukkan tajinya dan mampu bersaing. Hal ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa koperasi gagap teknologi.

green Building

Jauh hari sebelum himbauan Presiden Jokowi pada Hari Koperasi ke-69 tahun lalu, agar koperasi mereformasi diri dengan teknologi, sebenarnya ada koperasi yang telah melakukan hal tersebut. Mereka bukan koperasi ecek-ecek, tetapi koperasi papan atas dan terbukti ketangguhannya.

Sebagai koperasi pertama yang mendapatkan izin penyelenggaraan financial technology (fintech) di Tanah Air, keandalan Kospin Jasa dalam teknologi informasi (IT) tidak perlu diragukan lagi. Misalnya ketika pada 2010, PermataBank menggandeng koperasi yang didirikan pada dekade 1970-an ini dalam pengadaan corporate debit card dan virtual account.  Tanpa infrastruktur teknologi koperasi yang memadai, rasanya mustahil kerja sama itu terwujud.

Kartu debit Kospin Jasa Visa Electron memiliki fitur lengkap untuk bertransaksi seperti tarik tunai, transfer online antar rekening dan antar bank, beragam pembayaran seperti listrik, telepon, ponsel, asuransi, kartu kredit dan sebagainya. Kartu ini dapat digunakan untuk bertransaksi di lebih dari 25.000 ATM seluruh Indonesia (ATM Permata, ATM ALTO, ATM Bersama dan ATM Prima/BCA) dan juga dapat digunakan sebagai kartu pembayaran yang sah dan diterima di jutaan merchant dengan logo Visa/Visa Electron di seluruh dunia.   Setiap anggota peserta Tabungan Koperasi (Takop) Kospin Jasa  otomatis mendapatkan kartu debit ini dengan sejumlah keunggulan yang dimilikinya.

Sedangkan dengan Virtual Account, anggota koperasi dapat melakukan pembayaran simpanannya di seluruh kanal distribusi PermataBank seperti layanan e-channel yang meliputi PermataATM, PermataMobile, PermataNet dan PermataMini ATM (EDC). Selain itu nasabah juga dapat melakukan pembayaran di jaringan kantor Cabang dan ATM bank lainnya (ATM Bersama, ALTO dan Prima/ BCA).  Layanan ini juga memudahkan proses identifikasi transaksi yang dilakukan, sehingga Kospin Jasa dapat meningkatkan efisiensi operasional.  Sebab, proses rekonsiliasi menjadi lebih cepat mengingat sistem terkoneksi secara Host to Host dan mengurangi open item/unclear payment.

Setelah digandeng PermataBank, tiga tahun kemudian giliran  Bank Internasional Indonesia  (BII) – kini Bank Maybank Indonesia- juga menjalin kerja sama dalam Cash Management. Dengan kerja sama ini Maybank mendukung Kospin Jasa untuk melakukan transaksi perbankan dengan menyediakan layanan CoOL Banking (Corporate On Line Banking) yang merupakan jasa layanan bank berbasis web yang diperuntukkan bagi nasabah institusional.

Melalui fasilitas layanan tersebut, nasabah koperasi dapat melakukan akses perbankan via internet untuk melakukan cek saldo/mutasi rekening hingga dua bulan ke belakang, transaksi pemindahbukuan antar rekening BII (real time, online), dan pengiriman data pembayaran ke bank lain (LLG, RTGS dan outgoing transfer).

Implementasi layanan berbasis IT ini pada praktiknya dapat meningkatkan pendapatan non bunga (fee based income) yang pada gilirannya akan mendongkrak SHU koperasi. Selain itu, citra koperasi pun ikut terdongkrak sehingga masyarakat tertarik untuk menjadi anggota. Hal ini dibuktikan dengan jumlah anggota, jumlah simpanan dan tabungan Kospin Jasa yang dalam lima tahun terakhir trennya terus meningkat. Per kuartal I-2016, asetnya sebesar Rp5,8 triliun dengan simpanan anggota Rp5,3 triliun dan pinjaman Rp3,8 triliun.

KSP Sejahtera Bersama

KSP yang berkantor pusat di Bogor Jawa Barat ini  berhasil menyabet  Rekor Muri Indonesia sebagai Koperasi Pertama pelaksana Rapat Kerja Tahunan (RAT) Elektronik Tahun Buku 2015.

Penyelenggaraan RAT elektronik itu didasarkan atas Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Rapat Koperasi. Dengan adanya RAT Elektronik maka akan meningkatkan efisiensi biaya. Langkah KSP Sejahtera Bersama (SB) ini boleh jadi akan menjadi inspirasi bagi koperasi lainnnya untuk menggelar cara yang sama. Selain efisien, RAT elektronik juga dapat memacu transparansi dalam pengelolaan keuangan koperasi.

Teknologi pembuatan e-RAT barangkali membutuhkan biaya relatif  mahal, namun mekanisme dan implementasinya amat mudah.  Tentu saja e-RAT yang pertama di perkoperasian ini belum sepenuhnya sempurna, dan membutuhkan sejumlah perbaikan lainnya. “Kami hanya menggagas dan membukakan pintu bagi koperasi lainnya yang hendak melakukan e-RAT. KSP Sejahtera Bersama siap berbagi teknologi untuk kejayaan dan modernisasi koperasi Indonesia ke depan,” ujar Iwan Setiawan, Ketua Pengawas KSP SB kepada Majalah Peluang beberapa waktu lalu.

KSP SB memiliki KSB-Online yang merupakan layanan berbasis web untuk mempermudah anggota dalam mengetahui portofolio produk yang dimiliki di koperasi. Anggota yang sudah teregistrasi dapat menikmati berbagai fasilitas, yaitu  memeriksa mutasi rekening pada Tabungan Harian atau Tabungan Koin; memeriksa mutasi rekening pada Tabungan Berjangka; melihat informasi mengenai deposito anggota; dan melihat informasi pinjaman anggota.

Koperasi Nusantara (Kopnus)

Saat ini KopNus merupakan salah satu koperasi di Tanah Air yang memiliki sistem IT yang canggih layaknya perbankan. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan Kopnus menghubungkan secara real time online system 208 kantor layanannya yang tersebar di seluruh Nusantara. Usaha Kopnus fokus pada penyaluran pinjaman dari lembaga keuangan kepada para pensiunan  PT Taspen dan  PT  Asabri yang pembayaran uang pensiunnya dilakukan oleh PT Pos Indonesia.

Dengan berbasis IT, memungkinkan Kopnus untuk memperluas jalinan kemitraannya. Selain dengan PT Pos Indonesia (Persero), kini mereka bermitra dengan Kementrian Keuangan Republik Indonesia, Bank Sinarmas, Bank MNC Internasional Tbk, Bank QNB Indonesia Tbk, Bank Bukopin Tbk, Bank Bukopin Syariah, Panin Bank Syariah Tbk, Maybank Indonesia Tbk, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Bank BNI Syariah, Bank Central Asia Tbk, Bank BCA Syariah, Bank J TRUST Indonesia Tbk, Asuransi Jiwasraya (Persero) dan Bank Kesejahteraan Ekonomi Tbk.

Memiliki sistem IT yang andal terbukti dapat menggenjot kinerja koperasi. Pada 2016, jumlah pinjaman yang dikelola oleh Kopnus mencapai Rp1,8 triliun serta penyaluran pinjaman sampai sebesar Rp10 triliun.

KSP Nasari

Dari Semarang ada KSP Nasari yang memiliki  40 kantor cabang yang sudah terhubung secara real time online dan didukung 344 jaringan layanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada tahun lalu, koperasi berskala nasional ini memiliki aset hampir Rp1 triliun. Dengan  jaringannya yang luas dan didukung infrastruktur IT yang mumpuni, banyak pihak yang tertarik bekerja sama dengan koperasi yang dipimpin Sahala Panggabean ini.

Teranyar adalah kerja sama dengan  Bank NTT dimana KSP Nasari akan memanfaatkan jaringan Bank NTT dalam memberikan layanan kepada anggotanya, terutama memberikan kredit pensiunan.  Sementara Bank NTT akan menyediakan fasilitas kredit executive bagi KSP Nasari serta bantuan likuiditas. Selain itu anggota KSP Nasari juga dapat melakukan transaksi di setiap ATM Bank NTT dan memanfaatkan layanan laku pandai (branchless banking) yang dimiliki Bank NTT.

Dengan adanya kerja sama ini selain dapat memasarkan produk kredit, Bank NTT juga dapat menjadikannya sebagai ajang memasarkan produk tabungannya, baik itu Tabungan Simpeda, Flobamora, TabungaKu serta Tabungan Ziarah. Kerja sama ini akan semakin membantu anggota KSP Nasari dalam melakukan transaksi keuangan maupun mendapat akses kredit terutama Kredit Usaha Rakyat (KUR) sesuai dengan yang diamanatkan  UU nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi. Regulasi tersebut antara lain mengatur agar pemberdayaan koperasi perlu melibatkan Bank Pembangunan Daerah.

Adanya dukungan IT mendorong koperasi yang didirikan saat krisis moneter 1998 ini mampu menyediakan layanan pembayaran listrik, PLN, PDAM, kartu kredit, tiket pesawat, dan lain-lain secara realtime online system.

Kiprah koperasi yang disebutkan diatas memberi bukti bahwa tidak semua soko guru perekonomian ini gagap teknologi. Dengan takaran dosis IT yang tepat, koperasi pun bisa unjuk gigi dihadapan lembaga keuangan lain yang berbentuk korporasi. (drajat).

 

Bagikan ke: