Demo Akal-akalan Manajemen Freeport?

Ekspor konsentrat oleh PT Freeport Indonesia disetop pemerintah. Dengan berhentinya produksi di tambang Grasberg, Mimika, Papua, sejumlah karyawan dirumahkan. Pihak manajemen tak memperlakukan pekerja sebagai aset. Kebijakan furlough (cuti),  misalnya, tidak memihak kepada karyawan. Sebab, pada kenyataannya, lebih bertujuan menyelamatkan keberlangsungan bisnis.

Para pekerja yang mendadak nganggur itu pun gelar aksi unjuk rasa. Mereka pasang badan di depan Istana Negara dan di Kemen-ESDM. Aksi ini, menurut Tri Puspital, Sekretaris Hubungan Industrial Serikat Pekerja Freeport, tak lepas dari ‘permainan’ perusahaan. Para pekerja mencium aroma keterlibatan manajemen. Meggunakan trik sederhana, pekerja dihasut untuk menekan pemerintah agar penyetopan izin ekspor konsentrat segera dicabut.

Namun, di balik provokasi itu, ternyata ada udang di balik batu. Manajemen memanfaatkan situasi kusut ini untuk memberhentikan pekerja dengan modus PHK terselubung. “Kami pekerja bukan tamengmu. Kami aset perusahaan ini. Atas nama kemanusiaan, kita harus menyelamatkan pekerja dari perlakuan semena-mena manajemen. Kami mengajak semua pekerja yang masih bekerja untuk bergabung dengan. Tunjukkan kepedulian Anda dengan bersama-sama mogok kerja,” tutur Tri Puspita, dalam rilis yang berapi-api.

Banyaknya interoffice memorandum yang dikeluarkan manajemen Freeport, serta beberapa konsep yang dibuat Tri, bertujuan memanggil pekerja yang sedang mogok agar dapat kembali bekerja. Serikat pekerja melihat, tidak ada sama sekali niat baik dari manajemen untuk menyelesaikan masalah ini. Manajemen dinilai sama sekali tidak menghargai Serikat Pekerja PUK-SPSI, wadah resmi untuk menampung setiap aspirasi anggota. Perihal mogok kerja ini sedang dibahas antara Serikat Pekerja SPSI dengan pihak manajemen.

Sejauh ini belum diperoleh kata sepakat. Sayangnya, manajemen dengan gencar melakukan manufer. Saat perundingan berlangsung untuk mengajak pekerja kembali bekerja, mereka juga melakukan intimidasi. Ittinya, akan dijatuhkan sanksi kepada pekerja yang melanjutkan mogok kerja.●

Bagikan ke: