Dekopin Dorong Koperasi Retail Ciptakan Marketplace

Foto : Istimewa.

Jakarta (Peluang) : Koperasi retail memiliki peluang sangat besar untuk bisa tumbuh dan berkembang.

Ketua Umum Dekopin, Sri Untari Bisowarno mengajak Asosiasi Koperasi Retail Indonesia (Akrindo) untuk memperkuat usahanya bersinergi dengan industri-industri skala besar dan sesama gerakan koperasi.

Ia menyatakan bahwa industri membutuhkan distributor  untuk memasarkan produknya ke pasaran. Sri Untari pun meminta Akrindo jeli menangkap peluang ini, apalagi kondisi perekonomian sudah berangsur pulih pasca pandemi Covid-19.     

Dengan membuka peluang bagi koperasi yang bergerak di bidang retail, menurutnya, bisa menangkap pasar konsumsi masyarakat Indonesia. “Di Indonesia, terutama Jawa Timur hampir 40 persen  koperasi membuka usaha retail, tetapi masih kecil-kecilan. Juga masih lebih banyak koperasi simpan pinjam dan jenis yang lain, untuk koperasi yang berbisnis retail itu baru sekitar 7.000,” ujar Sri Untari.   

Sri Untari mencontohkan, selama memimpin Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang, Jawa Timur, pihaknya telah membuka usaha retail sejak 2011. Hingga saat ini, perhitungan keuntungan dari usaha retail mencapai rata-rata 6 persen setiap bulannya.

“Koperasi hanya ambil keuntungan rata-rata setiap bulan 6 persen ke anggota. Kami tidak mau mematok harga tinggi-tinggi kepada anggota,” kata Sri Untari yang merupakan Ketua Umum Koperasi SBW.

Menurutnya, usaha retail tidak hanya menjadi sampingan, tetapi bisa fokus dikerjakan. Namun memang harus ada bidang tersendiri yang mengurusnya. “Saya sarankan kalau kita mau memiliki basis koperasi retail. Itu jangan setengah-setengah,” ujarnya.  

Sri Untari  mendorong Akrindo sesuai kongres untuk membuat sebuah program kerja sama lintas koperasi di bidang retail. Kemudian diperkuat dengan pembentukan struktur retail dan sekaligus menciptakan marketplace atau lokapasar untuk memperkuat pemasaran.  

“Koperasi retail harus bersatu memperkuat markeplace atau lokapasar guna meningkatkan pemasaran,” tegasnya.

Apalagi semua sudah mengarah ke eskosistem digital sehingga pelaku usaha dan koperasi juga dituntut untuk menguasasi teknologi ini. ”Sekarang semuanya serba digital. Jawa Timur punya banyak prestasi, salah satunya mampu mengumpulkan koperasi-koperasi retail. Harapan saya, koperasi simpan pinjam yang besar didorong untuk masuk ke retail,” ungkap Sri Untari.        

Lebih lanjut ia mengatakan, potensi dan kemanfaatan koperasi retail sangat besar mengingat pangsa pasarnya barang konsumsi rumah tangga bersifat pokok yang dibutuhkan masyarakat.  

Agar  koperasi retail semakin kuat dibutuhkan pengembangan strategi yang tepat.  “Strategi itu harus  berhimpun dalam wadah bersama sehingga dapat memperkuat bargaining position dengan pabrikan,” tambahnya.

 Ia pun menegaskan, bahwa posisi tawar itu akan memudahkan saat kulakan barang ke prinsipal dan distribusi serta koperasi retail memperluas pasar melalui marketplace atau lokapasar.  

“Pangsa pasar retail sangat besar dan berumur panjang, karena manusia butuh barang konsumsi,” kata Sri Untari.

Dalam pengembangan koperasi retail, ia meminta pengurus koperasi meningkatkan kapasitas manajemen dan sumber daya manusia (SDM).Selain itu juga diperlukan dukungan dari pemerintah dengan memberikan kemudahaan permodalaan, regulasi, koneksi mitra bisnis, dan gudang distribusi barang dagangan.    

“Koperasi retail harus punya marketplace, sehingga mereka tidak hanya memiliki toko offline, juga online,” ujar Sri Untari

Ia juga meminta pemerintah memberikan subsidi pada retailer dalam hal permodalan, kemudahan akses dan suku bunga rendah. “ Pemerintah telah menyiapkan subsidi bunga untuk koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM),” pungkasnya. (S1).  

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.