Dana Debitur Rp 294 Triliun Masuk Pembiayaan Hijau

Foto: Istimewa.

Jakarta (Peluang) : Sebanyak 100 debitur memanfaatkan pembiayaan hijau untuk mendukung ekonomi berkelanjutan.

Pengawas Eksekutif Senior Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Uli Agustina mengatakan, otoritas menerima laporan 10 debitur besar dari bank buku III dan IV. Adapun laporan itu merupakan pilot project yang diterapkan otoritas untuk mengecek portofolio keuangan hijau perbankan.

Tercatat sebanyak 100 debitur dengan nilai Rp 1.065 triliun masuk pembiayaan taksonomi hijau pada semester I 2022. Adapun realiasi ini sudah mencakup kategori hijau Rp 294 triliun.

“Ternyata 20 hingga 30 persen sudah masuk kategori hijau. Ini masih taksonomi hijau tahapan pertama. Tahapan kedepan ada berbagai masukan dari pelaku usaha dan debitor, OJK akan kembangkan secara berkelanjutan sehingga bisa menyasar sektor lebih banyak lagi,” ujar Uli.  

Menurutnya, otoritas akan melanjutkan pilot project dengan 100 debitur menjadi 340 debitur pada 2023.Selain itu, otoritas juga mengembangkan sistem pelaporan daring yaitu Apolo.

Sistem ini adalah pengumpulan informasi yang dilakukan OJK untuk mempermudah pengawasan. Karena pembiayaan proyek hijau memerlukan modal besar dan juga pengembalian yang lama, sehingga perbankan kadang sangat memikirkan risiko dan mitigasi risiko.

“Perbankan itu kan lembaga intermediary (perantara) dengan dana dari masyarakat sehingga selalu mempertimbangkan risiko,” kata Dian.

Ia menegaskan, ke depan otoritas akan mendorong perbankan agar  meningkatkan pembiayaan sektor keuangan hijau dalam upaya mewujudkan ekonomi berkelanjutan. (S1).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.