Dampak Serius Pembatasan Mobilitas

BPS mencatat penurunan drastis jumlah penumpang angkutan udara rute domestik dan internasional selama Juli 2021. Pada rute domestik anjlok sekitar 71,70%, sedangkan rute internasional juga ikutan turun sebesar 23,23%. Inilah imbas langsung dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang macam kartu isi ulang HP saja.

          Tak hanya dialami pesawat, penumpang kereta api juga mengalami hal serupa. Angkutan orang turun 60,52%, sedangkan angkutan barang meningkat sedikit 6,31% secara bulanan. Benar bahwa untuk kebutuhan barang sehari-hari yang diangkut melalui kereta api justru mengalami peningkatan. Penumpang dengan angkutan laut yang menggunakan kapal juga mengalami penurunan, baik angkutan orang maupun angkutan barang, masing-masing 22,94% dan 0,71%.

            Mobilitas penduduk di tempat transit mengalami penurunan penerapan PPKM Darurat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Apa asumsi itu valid? Kalau iya, kenapa segelintir elite di negeri ini sedemikian ‘kreatif’ menciptakan penumpukan massa secara tolol, termasuk dalam rangka pemrosesan vaksinasi? Sampai kapan perpanjangan demi perpanjangan PPKM akan diberlakukan? Sampai ekonomi negeri ini benar-benar kolaps dan kita terjerembab menjadi negara-gagal?

Arnold Shinaro

Maninjau, Sumbar

Bagikan ke: