Dampak Perang Ukraina Rusia bagi Ekonomi Indonesia (539)

Selain dari segi minyak dan gas (migas), pasar modal hingga pasar uang pun terkena dampak perang antara ‘negara pecahan’ dan ‘negara induk’ yang mendukung ‘kemerdekaan’ separatis.

Keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin menyerang Ukraina berdampak fatal terhadap ekonomi negara terluas di dunia itu. Mulai dari bursa saham yang anjlok 33 persen, mata uang rubel yang rontok 10 persen, sampai sanksi ekonomi oleh dunia Barat yang menargetkan lini strategis Rusia.

Dampak invasi militer tersebut tidak hanya mengancam ekonomi Rusia dan Ukraina, tapi juga sampai ke Indonesia. Selain dari segi minyak dan gas (migas), pasar modal hingga pasar uang pun terkena dampak perang yang telah menelan korban jiwa hingga 137 orang tersebut. Berikut ini daftar dampak perang Rusia-Ukraina terhadap ekonomi RI.

Ekspor dan Impor. Ekonom Bank Mandiri, Faisal Rachman, menyebut ketegangan kedua negara dapat mengganggu arus perdagangan Indonesia dengan kedua negara tersebut. Eskalasi yang memanas dapat menghambat ekspor Indonesia ke Rusia dan Ukraina. “Ini akan menyebabkan terganggunya perdagangan,” katanya dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (24/2).

Melihat data Badan Pusat Statistik (BPS), perdagangan RI dengan Rusia cukup besar, nilai ekspor Indonesia ke Rusia mencapai US$176,5 juta atau setara Rp2,52 triliun (kurs Rp14.300 per dolar AS) per Januari 2022. Angka itu tumbuh hingga 58,69 persen dibandingkan nilai ekspor per Desember 2021 yang hanya US$111,2 juta.
Nilai ekspor Indonesia ke Rusia periode Januari 2022 juga jauh lebih tinggi dibanding Januari 2021 yang naik 60,29 persen.

Mayoritas komoditas yang diperdagangkan Indonesia dengan Rusia, antara lain, lemak dan minyak hewan, karet, hingga barang dari karet. Untuk lemak dan minyak hewan nilainya mendominasi produk ekspor Tanah Air mencapai US$102,4 juta. Sementara karet dan barang dari karet berkontribusi US$11,1 juta.

Nilai ekspor Indonesia ke Rusia periode Januari 2022 juga jauh lebih tinggi dibanding Januari 2021 yang naik 60,29 persen. Selain itu, komoditas ekspor lainnya adalah alas kaki dengan nilai US$7,8 juta dan barang-barang lainnya mencapai US$47,9 juta.

Di sisi lain, ekspor Indonesia ke Ukraina pada Januari 2022 justru turun signifikan hingga 83,78 persen dibanding Desember 2021. Ekspor Indonesia ke Ukraina mencapai US$33,1 juta pada Desember 2021; tapi Januari 2022 hanya US$5,4 juta. Sejumlah komoditas yang diekspor RI ke Ukraina adalah lemak dan minyak hewan  US$933 ribu, alas kaki US$571 ribu, kertas dan barang sejenisnya US$556 ribu, kakao dan olahannya US$451 ribu, dan barang-barang lain US$2,8 juta.
Nilai Tukar Rupiah. Riset LAB 45 menilai konflik Rusia-Ukraina berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah. Ancaman dikeluarkannya Rusia dari sistem pembayaran global SWIFT akan berdampak pada penarikan dana Rusia. Dampak terhadap posisi finansial dunia TERJADI karena penarikan dana Rusia yang menyebabkan volatilitas nilai tukar.
Harga Minyak dan BBM. Harga minyak dunia meroket pada akhir perdagangan Kamis (24/2) waktu AS, pascaserangan militer Rusia ke Ukraina. Harga tersebut menembus level tertingginya sejak 2014. Kenaikan harga internasional ini bakal berdampak pada harga BBM di dalam negeri, yang mayoritas berasal dari impor. Selama enam bulan terakhir saja, harga minyak Indonesia menunjukkan tren naik. Jika Agustus 2021 sebesar US$67,8 per barel, Januari mencapai US$85,9 per barel. Medio Februari sudah US$105 per barel.●(Zian)

Bagikan ke: