Cukai Plastik dan Soda Bakal Diundur ke 2023

JAKARTA—Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Askolani menyebut, pengenaan tarif cukai plastik dan minuman berpemanis akan ditunda hingga 2023 mendatang. Putusan itu didapat setelah memantau kondisi perekonomian saat ini.

Pemerintah ingin mendorong proses pemulihan ekonomi, sembari melihat kemampuan daripada pelaku usaha hingga masyarakat.

“Tampaknya daripada perkembangan sampai saat ini, memang ada kemungkinan untuk kebijakan cukai plastik dan minuman berpemanis bisa kita bawa ke 2023,” ujar Askolani, Rabu (20/4/22).

Perkembangan yang dimaksud adalah kondisi pemulihan ekonomi terjadi masih sangat dini, ditambah ada lonjakan harga pangan dan energi yang memberatkan masyarakat.

“Jadi kita melihat keseimbangan dan kita lihat bagaimana mendorong ekonomi dan pelaku usaha dan dari masyarakat,” imbuhnya.

Namun, dia menekankan, Kementerian Keuangan bakal terus memantau pergerakan ekonomi hingga akhir 2022 ini. Atau paling tidak, memprioritaskan untuk menyelesaikan regulasinya yang dilakukan secara lintas kementerian.

“Jadi kita bisa memantau ini sampai penghujung tahun, sambil kita melihat kondisi daripada APBN, ekonomi dan pelaku usaha secara komprehensif,” kata Askolani.

Adapun wacana pengenaan cukai kantong plastik sudah terdengar sejak 2016. Pemerintah bahkan memasang target setoran cukai kantong plastik pada 2017. Namun hingga saat ini, implementasi cukai kantong plastik tak kunjung terealisasi.

Ketika proses pembahasan UU APBN, DPR sebenarnya sudah meminta pemerintah untuk segera mengeksekusi rencana ekstensifikasi cukai. Ekstensifikasi itu misalnya cukai plastik dan cukai minuman bergula.

Awal 2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat mengusulkan rencana pengenaan tarif cukai spesifik kantong plastik dengan besaran Rp30.000 per kilogram. Dengan demikian, harga kantong plastik akan menjadi Rp450-500 per lembar.

“Untuk tahap awal ini kami mengusulkan Rp30.000 per kilogram,” tutupnya.

Bagikan ke: