Cabang Lewoleba Tawarkan Kebijakan PER Kredit Mikro Kecil

Ilustrasi-Foto : Istimewa

LEWOLEBA—Ketua Komite Cabang Lewoleba Rosa Dalima menawarkan kebijakan lembaga KSP Kopdit Pintu Air bagi masyarakat kecil di pedesan yang komit mau berusaha lagi setelah dilanda pandemi Covid-19 kurang lebih dua tahun ini dengan program Pemulihan Ekonomi Rakyat (PER) melalui paket kredit mikro kecil.

Tawaran ini dijelaskan Rosa saat tatap muka dengan warga masyarakat Desa Imulolong Kecamatan Wulandoni, Minggu 24/4/22, di kantor Desa Imulolong.

Ia menjelaskan Kopdit Pintu Air merupakan lembaga pemberdayaan ekonomi anggota, maka lembaga juga punya kebijakan untuk memghidupkan kembali usah kecil- kecilan di Desa seperti jualan pulsa, bensin, kue, nasi bungkus, sayur, ikan, buka tambal ban agar bisa mengakses modal usaha di Kopdit Pintu Air.

“Syaratnya muda hanya fotokopi KTP dan Kartu Keluarga, masyarakat bisa bergabung baik program mingguan dengan plafon pinjaman 3 juta, maupun program bulanan usia pendek 2 tahun dengan plafon pinjaman 5 juta,” ujar Rosa.

Dia menggambarkan program kredit mikro kecil ini sudah banyak, namun hanya di kota Lewoleba dan sekitarnya tetapi belum masuk ke Desa. Namun setelah melihat kondisi masyarakat Desa sangat memprihatikan maka Kopdit Pintu Air melayani kredit mikro kecil di Desa.

Kepala desa Imulolong Damianus Daton Duan mengakui selama ini warganya sudah dengar Kopdit Pintu Air dan sudah ada anggota tapi belum banyak dan terbuka seperti ini.

Damiatus mengatakan, sejak lama warga di Imulolong mendengar ada petugas dengan seragam Pintu Air kunjungi masyarakat sebagai anggota.

Dia berharap mereka yang hadir dalam cara ini seperti tokoh masyarakat, aparat Desa dan BPD menyebar berita jke masyarakat dan keluarga.

Sampaikan bahwa pintu air itu koperasi baik dan sehat, simpamlah uang dikopdit ini dan pinjamlah untuk usaha kecil-kecilan yang ditawarkan tadi.

“Jangan tunggu dana Desa kerena uang Desa datang aturan juga datang jadi kami kesulitan bergerak. Tapi kalau kita menjadi anggota di Pintu Air maka hak dan kewajjban kita terjamin dan itu pasti.” ajak Kepala Desa

Sementara itu Ketua tim sosialisasi Vincensius Deo memberikan apreasiasi kepada masyarakat Desa Imulolong atas dorongan Kepela Desa supaya masyarakatnya keluar dari zona himpitan ekonomi dengan pilihan tepat gabung ke Pintu Air .

“Basis pemberdayaan ekonomi kita adalah Nelayan, Tani, Ternak dan Buruh (NTTB). Kami datang bawa kebun dan air dari Rotat Dusun kecil di Kecamatan Nita untuk membantu masyarakat kembali berusaha,” paparnya.(Nivan)

Bagikan ke: