Bupati Bulungan Drs. Budiman Arifin, M.Si. 10 Tahun Memajukan Bulungan

Kabupaten Bulungan menunjukan peningkatan dalam semua bidang pada satu dekade ini. Visi dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat luas dari sang pemimpin menjadi kunci utamanya.

Menjadi pemimpin yang amanah dengan segudang prestasi bukanlah hal yang mudah dilakukan. Untuk mencapainya dibutuhkan visi dan komitmen mengabdi pada kepentingan masyarakat. Dengan begitu, kesejahteraan rakyat menjadi prioritas utama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Masyarakat Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara beruntung memiliki sosok pemimpin seperti Budiman Arifin. Bupati yang sudah 10 tahun memimpin itu terkenal dengan sikapnya yang peduli dan merakyat. Selama dua periode menjabat, banyak karya yang didedikasikannya untuk kemajuan Bulungan. “Jabatan itu amanah, sehingga harus dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” ujar Budiman.

Ada 4 (empat) agenda prioritas pembangunan Kabupaten Bulungan yaitu meningkatkan pembangunan SDM yang berkualitas; meningkatkan pembangunan ekonomi dalam arti luas; mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur; dan menciptakan tata pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan demokratis.

Dalam hal membangun SDM berkualitas, Pemkab Bulungan menyadari pentingnya memajukan sektor pendidikan dan agama. Untuk itu, penambahan sarana dan prasana pendidikan seperti gedung sekolah terus dilakukan. Selain itu, Pemkab juga memberikan beasiswa kepada peserta didik. Tidak tanggung-tanggung, nilainya sebesar Rp 10 miliar per tahun. Beasiswa pendidikan ini sudah dinikmati lebih dari 1.600 siswa dan mahasiswa lokal di Bulungan.

Terbuka luasnya akses pendidikan bagi putra-putri lokal yang berprestasi namun terkendala aspek ekonomi ini merupakan jembatan emas untuk membuka lebih banyak jendela pulang. Dengan mengenyam jenjang pendidikan di level tertinggi, kesempatan untuk meraih sukses pun terbuka lebar. Di banyak negara maju, praktik memajukan pendidikan berkorelasi positif terhadap kemajuan perekonomian. Sehingga, memajukan sektor pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM secara tidak langsung dapat memajukan ekonomi daerah.

Menariknya, beasiswa yang disalurkan tidak hanya untuk sekolah atau kampus di dalam negeri tetapi sampai keluar negeri. Seperti yang belum lama ini dilakukan, dimana terpilih 23 putra-putri Bulungan yang berhasil mendapat beasiswa untuk menempuh pendidikan Diploma III di Cina. Untuk sponsornya berasal dari Seamolec, Dinas Pendidikan Bulungan dan pihak swasta.

Seperti diketahui SEAMOLEC merupakan yaitu sebuah institusi yang bernaung di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara yang bertanggungjawab untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh di Asia Tenggara. Kerja sama ini membuktikan kepercayaan yang tinggi dari organisasi internasional terhadap Pemkab Bulungan.

Selain menyalurkan beasiswa pendidikan, Pemkab Bulungan juga mengalokasikan dananya menggenjot pembangunan fisik antara lain untuk organisasi kemasyarakatan, Pramuka dan organisasi keagamaan. “Peningkatan kualitas SDM sangat penting dilakukan untuk mendorong percepatan pembangunan,” ucap Budiman.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan menunjukkan indeks pembangunan manusia (IPM) yang menunjukan capaian kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi terus meningkat. Pada 2010, IPM Bulungan sebesar 75,11; 2011 menjadi 75,54; 2012 naik menjadi 76,04 dan pada 2013 sebesar 76,31.

Tren peningkatan IPM itu menjadi bukti sahih keberhasilan strategi peningkatan kualitas SDM selama satu dekade terakhir. Dengan begitu, salah satu agenda prioritas pembangunan di Bulungan sudah on the track. Selanjutnya,menjadi tugas pemimpin berikutnya yang akan meneruskan capaian yang telah diraih di sektor SDM.

Bupati Bulungan 1

Ekonomi Tumbuh

Sejalan dengan peningkatan IPM Bulungan, selama satu dekade terakhir ekonomi juga menunjukkan tren positif. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bulungan terus meningkat, dari nilai Rp3,01 triliun pada tahun 2012 menjadi Rp3,23 triliun pada 2013. Kontribusi terbesar berasal dari sektor pertambangan dan pertanian. Untuk PDRB per kapita meningkat dari Rp24,9 juta pada 2012 menjadi Rp26,0 juta tahun 2013.“Pertumbuhan ekonomi Bulungan juga menunjukkan tren yang positif,” ucap Budiman dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2014 di hadapan DPRD Bulungan beberapa waktu lalu.

Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,26 persen dengan migas, sedangkan tanpa migas sebesar 5,53 persen. Pertumbuhan ekonomi, kata Budiman, tidak hanya ditunjang sektor pertambangan, tapi juga sektor pertanian, perdagangan dan jasa, hotel dan restoran serta sektor lainnya.

Kontribusi  sektor pertambangan terhadap PDRB tanpa migas memang mencapai Rp766,9 miliar atau 33,7 persen. Namun yang perlu mendapat perhatian yaitu masih adanya penambangan liar yang beroperasi tanpa izin. Terdapat 43 hektare luas lokasi tambang tanpa izin yang tersebar di 5 kecamatan di Kabupaten Bulungan.

Sedangkan untuk pertanian menyumbang Rp839 miliar atau 26,8 persen terhadap PDRB. Budiman mengungkapkan, produktifitas tanaman padi atau bahan pangan utama lokal lainnya pada 2014 mencapai 69.394 ton dengan luas areal tanaman padi 15.796 hektare. Produksi tanaman padi mengalami sedikit penurunan dibanding tahun 2013 yang mencapai 73.651 ton.Meski begitu, produksi padi masih dapat memenuhi konsumsi dan kebutuhan beras penduduk dalam wilayah Kabupaten Bulungan.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bulungan juga menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2014, PAD Bulungan mencapai Rp125,3 miliar rupiah, atau bertambah Rp32,5 miliar dibanding tahun 2013. Kenaikan ini, kata Bupati tercapai dari peningkatan pajak daerah, kesadaran masyarakat membayar pajak serta kerja keras pemerintah daerah yang didukung DPRD.

“Untuk sektor-sektor lainnya juga menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya,” tandasnya.

 

Angka Kemiskinan Turun

Senada dengan aspek kualitas SDM dan pertumbuhan ekonomi yang terus menunjukan peningkatan, Pemkab Bulungan dibawah kepemimpinan Budiman juga berhasil menurunkan angka kemiskinan. Selama 10 tahun terakhir, Kabupaten Bulungan mampu menurunkan tingkat kemiskinan dari 31 persen menjadi 12 persen pada 2015. Namun langkah-langkah penanggulangan tetap harus dilakukan karena penduduk masih rawan terjerumus menjadi miskin.

“Maka itu saya tekankan untuk pendataan jumlah penduduk miskin di Bulungan harus dilakukan dengan kejujuran,” tegas Budiman Arifin, saat membuka rakor penanggulangan kemiskinan dan sosialisasi pemutakhiran basis data terpadu Kabupten Bulungan, beberapa waktu lalu.

Rakor diikuti satuan kerja terkait seperti Bappeda, BPS, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil hingga Kantor Pemberdayaan Masyarakat serta kecamatan-kecamatan yang termasuk dalam Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK).“Yang penting kejujuran, karena upaya penanggulangan kemiskinan ini bukan hal yang mudah,” imbuh Bupati.

Ia melanjutkan, meski Bulungan berhasil menekan tingkat kemiskinan menjadi 12 persen dari jumlah penduduk lebih dari 154 ribu jiwa, namun persentase tersebut masih tinggi dibanding kabupaten kota lain di Kaltim dan Kaltara.

Oleh karena itu, perlu pendataan yang benar-benar terukur dan jujur agar upaya penanggulangan dapat tepat sasaran. “Sebab tingkat kemiskinan itu semakin rendah maka upaya penanggulangannya juga semakin sulit,” ucapnya.

Hal ini disebabkan selain ada kategori penduduk miskin, ada pula kategori penduduk yang rentan atau rawan menjadi miskin. Oleh karena itu perlu ada kreativitas dan inovasi dari daerah untuk mengentaskan kemiskinan.

Lambatnya pengurangan kemiskinan dan kerentanan disebabkan 3 faktor utama. Yaitu kurangnya peluang bagi kegiatan produktif, lemahnya kemampuan SDM terutama kelompok usia muda dan anak miskin serta terbatasnya perlindungan sosial. Meski demikian, upaya untuk menekan tingkat kemiskinan dari 31 persen menjadi 12 persen terhitung luar biasa jika dibandingkan daerah lainnya.

Beberapa program Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam upaya mengentaskan kemiskinan, antara lain : Program bantuan SPP dan BP3 untuk seluruh siswa dari TK sampai SMU di Kabupaten Bulungan; bantuan beasiswa pendidikan dari kalangan tidak mampu; bantuan Beras Miskin (Raskin) untuk keluarga miskin;
– Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS – BBM) di bidang pendidikan, pangan dan kesehatan;Asuransi Kesehatan untuk Keluarga Miskin (Askes Gakin); pembangunan rumah layak huni bagi keluarga miskin;
pembukaan daerah terisolir dengan pembuatan / peningkatan jalan; dan bantuan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi setiap keluarga di daerah yang belum terjangkau listrik.

 

Genjot Infrastruktur

Tersedianya infrastruktur yang memadai masih menjadi masalah klasik di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bulungan. Oleh karena itu, Pemkab memprioritaskan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

Data BPS Kabupaten Bulungan menyebutkan, sampai 2013 panjang jalan mencapai 960.467 km dengan kategori kelas III C. Dari ruas jalan dengan panjang tersebut, jalan dengan kondisi baik mencapai 390.508 km; kondisi sedang 499.543 km; dan rusak 65.699 km; serta rusak berat 4.717 km.

Selain mengembangkan jaringan jalan, Pemkab Bulungan juga menerapkankonsep City Gas bagi masyarakat di Pulau Bunyu. City gas ini bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero), untuk mewujudkan impian warga memperoleh sumber energi gas yang ramah lingkungan. Nantinya, gas ini akan disalurkan ke rumah-rumah warga. Sehingga warga tinggal membayar iuran saja dan tidak perlu lagi repot membeli tabung gas.

Konsep city gas di Pulau Bunyu merupakan satu-satunya di Kabupaten Bulungan. City gas yang dikelola Pertamina ini akan memasok kebutuhan energi gas bagi masyarakat. Selama ini, kebutuhan warga Bunyu akan energi gas masih belum terpenuhi secara maksimal. Kalau pun butuh tabung gas, harus mengambil dahulu dari Samarinda.

City Gas  merupakan program pemerintah (Kementrian ESDM) yang memaksimalkan Pemanfaatan Gas Alam untuk kebutuhan Rumah Tangga. Didistribusikan melalui sistem perpipaan layaknya distribusi Air PAM. Beberapa Kota Indonesia Seperti: Jakarta, Bogor, Bekasi, Cirebon, Palembang, Surabaya serta Medan sudah lama menikmati bahan bakar gas jenis ini.

Budiman menambahkan, Pulau Bunyu adalah daerah yang memiliki potensi gas alam. Tetapi gas rumah tangga selama ini hanya dapat dinikmati kalangan terbatas. Oleha karena itu dengan adanya City Gas ini masyarakat luas dapat menikmatinya. “Masyarakat harus dapat menikmati energi gas,” ungkapnya.

Meski berasal dari Kementerian ESDM, perlu perjuangan untuk memperolehnya. Prosesnya Pemkab Bulungan membuat proposal dan pada tahun 2012 disetujui. Kemudian pada 2013 pelaksanaan survei terhadap lahan, dimana akan dipasang jaringan-jaringan pipa, karena  ada pipa kecil untuk rumah tangga dan pipa  besar dipasang sebagai pipa jaringan utama. Lalu pada   2014 proyek ini dilelang dan pada bulan Juni sosialisasi tentang kegiatan barulah kelihatan wujud fisik dari  proyek tersebut.

Keberhasilan Pemkab Bulungan dalam menjalankan roda pembangunan tentunya tidak lepas dari dukungan seluruh pihak seperti DPRD dan tokoh-tokoh masyarakat. Oleh karena itu, Pemkab juga terus menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder. Namun demikian, seperti kata pepatah tiada gading yang tak retak. Artinya, meski banyak mencapai kemajuan bukan berarti pembanguan di Bulungan telah sempurna.

Menurut Budiman, selama dua periode menjabat Bupati, sebanyak 85 persen program ia jalankan. Tentu, menjadi tugas dan tanggung jawab dari penerusnya untuk melanjutkan proses pembangunan di Bulungan. “Pembangunan harus terus berlanjut,” pungkasnya.

Beberapa keberhasilan Kabupaten Bulungan pada masa kepemimpinan Budiman Arifin diantaranya adalah pembangunan dan pengembangan kawasan Food Estate 50 ribu hektar, pembentukan Bank Perkreditan Rakyat, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, sarana air bersih dan listrik pedesaan, gedung perkantoran dan olahraga, groundbreaking PLTA sungai Kayan 6.080 MW, pembangunan sarana prasarana pendidikan dan kesehatan, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui pendidikan gratis 12 tahun termasuk mendukung sepenuhnya pembangunan dan operasional Universitas Kaltara, meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga pengajar dan tenaga kesehatan melalui rekrutmen lokal, meningkatkan pelayanan kependudukan, meningkatkan pelayanan air bersih melalui PDAM dari peringkat 70 menjadi peringkat 4 se-Indonesia, meningkatkan berkembangnya kehidupan beragama yang harmonis serta menurunkan jumlah penduduk miskin dari 30 persen menjadi 11 persen. Disamping itu pula keberhasilan kepemimpinan beliau yaitu memberikan kemudahan dalam perijinan untuk berinvestasi di Kabupaten Bulungan melalui penyerahan 63 perizinan kepada Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Bulungan.

Bagikan ke: