Bulog Siapkan Gudang Tampung Kedelai Lokal

Foto : Istimewa.

Jakarta (Peluang) :  Tersedia jaringan gudang Bulog untuk menyimpan 1,5 juta ton kedelai lokal.

Direktur Supply Chain Bulog, Mokhamad Suyamto menyampaikan pihaknya siap menerima penugasan pemerintah untuk menyerap hasil produksi kedelai lokal  dijadikan sebagai cadangan pangan nasional. 

Bulog juga telah menyiapkan infrastruktur gudang khusus menampung kedelai.  Penyimpanan kedelai dapat menggunakan jaringan gudang Bulog yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sejauh ini menurut Suyamto, dari total kapasitas gudang Bulog sebesar 3,6 juta ton. Utilisasi gudang baru berkisar 2 juta ton yang dipakai untuk menyimpan cadangan beras dan komoditas lainnya.

“Tersedia gudang untuk menyimpan kedelai lebih dari 1,5 juta ton,” ujar Suyamto.

Dari infrastruktur yang ada, lanjutnya, Bulog telah memiliki dua unit gudang penyimpanan khusus untuk kedelai yaitu di Surabaya dan Banyumas, Jawa Timur (Jatim).

Kedelai yang diserap oleh Bulog dari para petani akan disimpan menjadi cadangan pangan dan digunakan sesuai kebutuhan pemerintah. 

Selain itu, Bulog juga dapat memperdagangkan kedelai yang diserap secara komersial.

“Pangsa pasar kedelai yang akan dikelola oleh Bulog utamanya untuk memenuhi bahan baku para perajin tahu dan tempe di Indonesia,” kata Suyamto.

Hal tersebut juga telah disampaikan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dalam rapat terbatas (Ratas) pada Senin (19/9/2022). Pemerintah menyatakan akan menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyerap hasil produksi kedelai lokal. 

Selain itu, pemerintah akan menetapkan harga kedelai lokal agar petani mendapatkan kepastian dari usaha penanaman kedelai.

Kepastian harga kedelai dan jaminan pasar bagi para petani diharapkan dapat memacu produksi kedelai lokal yang selama ini hanya berkisar 250 ribu ton dari total kebutuhan nasional untuk tahu dan tempe 3 juta ton.

Adapun Bulog menjadi BUMN sektor pangan yang tugas utamanya mengurusi komoditas padi, jagung, dan kedelai.

Direktur Utama Holding BUMN Pangan, ID Food, Frans Marganda Tambunan menambahkan, pihaknya tengah melakukan demplot tanaman kedelai di Sukamandi, Subang, Jawa Barat.

Menurutnya, langkah ini dilakukan perseroan untuk melihat potensi produktivitas kedelai sebelum ID Food memulai program komersialisasi kedelai.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.