BRIncubator 2021 Bina UMKM Kuliner Masuk Pasar Global

Ilustrasi-Foto: CNBC.

JAKARTA—Bank Rakyat Indonesia kembali menggelar ajang pembinaan dan inkubasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tahunan BRIncubator.  Pada penyelenggaraan tahun ini bertajuk BRIncubator Go Global dengan tahap pertama pembinaan UMKM April hingga akhir Mei 2021.

Pembinaan dan inkubasi dalam BRIncubator Go Global 2021 fokus pada UMKM di bidang kuliner. Sebanyak 30 UMKM terpilih menjadi peserta acara melalui seleksi dari 1.355 UMKM yang mendaftar.

Menurut rencana puluhan UMKM ini akan mendapat pembinaan pola pikir (mindset), skill, dan attitude agar bisa langsung menguasai pengetahuan kewirausahaan dasar serta masuk ke bisnis digital.

Executive Vice President Social Entrepreneurship & Incubation Division BRI Djoko Purwanto mengatakan ajang ini  merupakan ajang keempat yang diselenggarakan Bri sejak 2018. 

“Kami berharap dari acara ini akan muncul UMKM yang berkembang, siap masuk pasar global, dan menjadi teladan bagi pelaku usaha lain,” kata Djoko dalam keterangan persnya, Selasa (20/4/21).

Dalam sambutannya  Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan acara pembinaan UMKM tahunan oleh BRI.  

“Kami berharap melalui BRIncubator Go Global 2021 akan ada banyak pelaku UMKM sektor kuliner yang bertransformasi, masuk ekosistem digital, serta siap bersaing di pasar global,” ujarnya.

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional BPS, hingga 2020 lalu rasio kewirausahaan di Indonesia ada pada angka 3,47 persen. Angka ini ada di bawah rasio kewirausahaan negara-negara tetangga seperti Thailand (4,26 persen), Malaysia (4,74 persen), dan Singapura (8,76 persen).

Melihat kondisi tersebut, pemerintah berniat untuk segera meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia menjadi 4 persen lebih.

Dikatakannya, pengembangan kewirausahaan lewat pendekatan inkubasi merupakan solusi untuk meningkatkan persentase kewirausahaan kita. Kita akan menuju ke negara maju dan minimum memiliki 4 persen (rasio) kewirausahaan kita, jadi ini PR kita bersama.

“Pendekatan inkubasi bertujuan melahirkan wirausaha-wirausaha baru dari yang eksisting saat ini, dari UMKM yang unggul ini, menjadi penting kita kolaborasikan bersama-sama,” ujar Teten.

Menteri mengapresiasi keberadaan UMKM yang sudah Go Digital dan produktif adalah kunci pemulihan ekonomi. Karena itu, acara seperti  BRIncubator memegang peran penting dalam membantu pemulihan ekonomi, dengan cara menyiapkan semakin banyak UMKM yang siap masuk ekosistem digital.

Sementara  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno yang hadir dalam acara daring tersebut menyebutkan Pandemi Covid-19  menyebabkan sebuah era kenormalan baru. Salah satunya adalah para pelaku usaha harus mulai melakukan transformasi digital dan menjadi pelaku usaha yang terbuka, inovatif, lincah, serta mampu berkolaborasi.

“Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun para evaluator U-Coach akan menyeleksi para pelaku ekraf (ekonomi kreatif) kuliner secara professional sesuai dengan kebutuhan program ini. Disinilah kunci awal untuk mencari ekraf kuliner yang tepat sehingga bisa mendapatkan calon-calon local heroes,” papar Sandiaga.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting menyebut perhelatan ini akan membantu perluasan pemasaran produk-produk UMKM Indonesia.

Selama ini pemerintah sudah banyak melakukan program dan kegiatan untuk mendorong UMKM agar naik kelas dan Go Global.

Ragam program telah dilakukan Kementerian BUMN bersama BUMN terkait diantaranya melalui layanan Rumah BUMN, dan layanan pasar digital UMKM atau yang lebih sering dikenal PaDi UMKM.

Pada 2020 tercatat 10,7 triliun transaksi dari 9 BUMN piloting kepada UMKM yang ada di PaDi UMKM. Sedangkan sampai dengan triwulan-I 2021, total transaksi PaDi UMKM telah mencapai 3,5 triliun yang melibatkan 5.705 UMKM.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *