BPJS Ketenagakerjaan Kejar Target Jaminan Pensiun Dua Juta Orang

Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menargetkan jumlah tenaga kerja yang mengikuti program jaminan
pensiun bisa mencapai dua juta orang. Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Amri  Yusuf mengatakan, sejak resmi
diluncurkan pada awal Juli lalu, hingga kini jumlah tenaga kerja yang mengikuti program jaminan pensiun mencapai 1,5 juta orang. “Dengan jumlah peserta yang ada saat ini menunjukan jaminan pensiun sangat diminati masyarakat,” katanya, diselasela sosialisasi Era Baru Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan Fair di Semarang, akhir Agustus lalu. Program jaminan pensiun ini melengkapi program yang ada sebelumnya yakni  jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan jaminan kematian. Jaminan pensiun merupakan program jaminan sosial dengan skema manfaat pasti yang diberikan
kepada pekerja setiap bulannya, saat memasuki masa pensiun atau mengalami cacat total. Dengan iuran sebesar 3% (1% ditanggung pekerja dan 2% ditanggung perusahaan) dengan masa iuran 15 peserta dapat menikmati dana pensiunnya kelak.

bpjs tenaga kerja

Untuk mencapai target dua juta peserta jaminan pensiun, BPJS Ketenagakerjaan terus gencar melakukan sosialisasi manfaat program tersebut ke 11 kota di Indonesia, dengan sasaran perusahaan. Secara kinerja, pada semester I/2015 kinerja BPJS Ketenagakerjaan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Dari sisi perusahaan aktif meningkat 133,10% dibanding periode sama tahun lalu. Sementara, dari sisi kepesertaan pekerja penerima upah terealisasi 70,43% dari target yang ditetapkan. Sementara dari sisi pekerja bukan penerima upah, mengalami peningkatan 137,80% dibanding tahun lalu. Berdasarkan aspek penerimaan iuran per bulan Juni mencapai Rp15,46 triliun, atau naik 122,73% dibanding tahun lalu dan jaminan yang sudah dibayarkan mencapai 556.390 kasus. Sementara, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY Ahmad Hafiz mengatakan, jumlah tenaga kerja yang telah mengikuti program jaminan pensiun mencapai  200.275 orang, dengan premi yang terkumpul mencapai Rp11 miliar. Hingga akhir 2015,  pihaknya menargetkan pencapaian premi
dari jaminan pensiun sebesar Rp15 miliar.

Pada Semester I ini penerimaan iuran untuk semua program mencapai Rp 697,5 miliar. Sedangkan untuk pembayaran iuran
sudah mencapai Rp 495,2 miliar.

Bagikan ke: