BPD Catat Pertumbuhan Positif

 

Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mencatat aset Bank Pembangunan Daerah (BPD) per Desember 2014 mencapai Rp 446,17 triliun atau meningkat 12,55% dibandingkan Desember 2013 dengan nilai aset sebesar Rp 390,17 triliun. Ketua umum Asbanda Eko Budi Wiyono optimistis BPD dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat daerah dan mencapai pemerataan kesejahteraan nasional.

simpeda papua

Di usianya yang ke-16, Eko menjelaskan Asbanda bersama BPD seluruh Indonesia senantiasa melakukan ragam inovasi yang merupakan komitmen BPD untuk menjadi regional champion. pada 10 Februari 2015 Asbanda melakukan penandatanganan komitmen bersama dalam rangka program transformasi BPD menuju regional champion oleh Direktur Utama BPD seluruh Indonesia dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Dengan prestasi dan pertumbuhan kinerja BPD secara nasional maupun lokal saat ini, BPD optimistis mampu menjadi garda terdepan pembangunan ekonomi daerah untuk mendukung suksesnya ragam program pemerintah menciptakan lapangan kerja,” ungkap Eko dalam Seminar Nasional Dukungan Asbanda dalam Transformasi BPD Menuju Regional Champion di Jakarta pada 25 Maret 2015.

Pada Desember 2014, posisi kredit BPD mencapai Rp 289,84 triliun atau naik 11,72% dibandingkan posisi Desember 2013 sebesar Rp 255,88 triliun. Posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) BPD seluruh Indonesia pada Desember 2014 mencapai Rp 328,38 triliun. Eko menjelaskan, angka itu meningkat 13,83% dibandingkan posisi DPK per Desember 2013 sebesar Rp 282,98 triliun. Sementara modal inti mencapai Rp 43,65 triliun per Desember 2014 atau naik 11,87% dibandingkan Desember 2013 sebesar Rp 38,47 triliun.

Saat ini Asbanda tengah mempersiapkan rancangan roadmap program transformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Regional Champion jilid dua. Program ini diharapkan dapat membimbing BPD untuk tumbuh lebih progresif dan menjadi garda terdepan pembangunan ekonomi di daerah masing-masing.

Eko mengharapkan dukungan pemerintah dan parlemen agar BPD bisa meningkatkan pertumbuhannya. Salah satunya dengan memasukan BPD dalam poin utama revisi UU Perbankan agar BPD diatur secara jelas posisi dan peranannya dalam pembangunan ekonomi nasional.

Sebelumnya, Asbanda telah meluncurkan program BPD Regional Championship yang diluncurkan pada Desember 2010. Program ini telah berakhir pada Desember 2014. Namun hingga kini masih banyak BPD yang lemah dalam permodalan sehingga BPD secara keseluruhan belum mampu menjadi bank unggulan di daerahnya masing-masing.

Bagikan ke: