BMI Point Solusi untuk Pedagang Pasar

Layanan satu atap untuk memenuhi beragam kebutuhan merupakan salah satu keunggulan BMI Point. Hingga akhir tahun, BMI Point ditargetkan dapat melayani di 100 pasar modern dan tradisional.

Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) menggenjot kinerja dengan membidik para pedagang  pasar melalui BMI Point. Layanan ini menyediakan aneka barang yang dibutuhkan pedagang hingga pembiayaan Multi Barang dengan akad  Murabahah wal Wakalah.

Radius Usman, Direktur Utama Kopmen BMI mengungkapkan, BMI Point merupakan layanan satu pintu untuk beragam kebutuhan (one stop services) pedagang pasar. “BMI Point menyediakan aneka produk sesuai kebutuhan para pedagang pasar dan ada pula pembiayaan untuk pembelian barang modal kerja,” ujar Radius.    

Produk-produk yang disediakan BMI Point diantaranya kulkas, freezer, gerobak dagang, alat-alat elektronik, gadget dan lainnya. Bahkan dimungkinkan menyediakan produk yang biasa dijual di pasar seperti daging ayam dan daging sapi sesuai permintaan pedagang.

Selain menyediakan produk-produk tersebut, BMI Point juga menjadi etalase barang produksi milik anggota Kopsyah BMI, Kopmen BMI, dan Kopjas BMI. Sehingga kehadiran BMI Point menjadi solusi rantai pasok yang efektif di pasar-pasar karena prosesnya cukup sederhana.

Di pasar yang sudah ada BMI Point, Store Manager  akan memberikan informasi ke para pedagang bisa melalui brosur atau media sosial atau melalui pembicaraan dari mulut ke mulut. Pedagang yang tertarik tinggal datang ke BMI Point lalu disurvei. Jika lolos hasil survei, maka  pedagang telah disetujui untuk menjadi anggota Kopmen BMI dan bisa memenuhi kebutuhannya. Bagi pedagang yang ingin menjadi anggota cukup membayar simpanan pokok sebesar Rp100 ribu dan dapat mengakses layanan BMI Point.

“BMI Point hadir untuk mengatasi kesulitan pedagang. Bagi yang tidak punya modal untuk beli dagangan kita talangi, yang tidak punya punya produk kita sediakan, ingin beli macam-macam produk elektronik dan belanja modal kita belikan dulu. Pokoknya kalau sudah jadi anggota Kopmen BMI kemudahan milik pedagang,” ungkap Radius.

Saat ini BMI Point sudah ada di 45 outlet dengan rincian 23 outlet di Provinsi Jawa Barat dan 22 outlet di Provinsi Banten. Sampai akhir tahun ini, Kopmen BMI menargetkan penetrasi BMI Point sebanyak 100 pasar di wilayah kerja Kopmen BMI.

Kehadiran BMI Point akan memperkuat ekosistem pembayaran digital Do It BMI karena anggota dapat menggunakan uang digital tersebut untuk bertransaksi di BMI Point. Dengan begitu, uang hanya akan berputar di koperasi saja dan ini sesuai dengan prinsip berkoperasi dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota.

Pada sisi lain, BMI Point dapat menjadi solusi untuk memutus praktik rentenir yang kerap terjadi di banyak pasar. Pedagang pun dapat menikmati bagi hasil yang lebih adil dan tidak terlalu mencekik seperti yang biasa dilakukan pemburu rente. “Kopmen BMI sebagai bagian dari BMI Group senantiasa hadir untuk memberi solusi bagi anggota dan masyarakat sebagai salah satu ikhtiar dalam membangun peradaban baru koperasi Indonesia,” pungkas Radius.

Bagikan ke: