BMI Point Siap Melejit

Melalui pembekalan manajemen BMI Point diharapkan perannya dapat berjalan lebih efektif untuk memperkuat sirkuti ekonomi koperasi.

Ambisi untuk memperkuat kontribusi koperasi dalam perekonomian memerlukan infrastruktur dan SDM yang andal. Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) sebagai bagian dari Koperasi BMI Group menyadari hal tersebut. Oleh karenanya, Kopmen BMI terus berupaya mengembangkan inovasi dan menggenjot  kualitas layanan salah satunya melalui pembekalan manajemen BMI Point.

Acara pembekalan diikuti oleh 23 karyawan BMI Point Regional DKI Jakarta dan Banten di Ballroom Tekukur, Hotel JHL Episode, Gading Serpong, Senin 18 Juli 2022. Pembekalan dibuka langsung oleh Direktur Utama Kopmen BMI Radius Usman bersama tiga panelis lainnya yakni Direktur Utama Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia (Kopjas BMI) Yayat Hidayatullah, Direktur Keuangan Kopsyah Benteng Mikro Indonesia Makhrus dan Direktur Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB) Kabupaten Tangerang, Rizky Maria Puspita Girsang.

Radius Usman mengatakan,   BMI Point  bertujuan untuk menggerakkan pedagang pasar dan menghidupkan jejaring pasar secara nasional baik pasar tradisional dan modern melalui pembayaran cashless atau Doit BMI. ”Dengan pembekalan ini, teman-teman BMI Point diharapkan memiliki financial mentality yang baik,” ucapnya.

Untuk diketahui, BMI Point memiliki beragam fungsi antara lain sebagai jembatan konektivitas usaha antar anggota. BMI Point juga menjadi etalase produk usaha anggota agar dikenal di seluruh pasar tradisional dan modern di Indonesia. Selain itu menjadi tempat promosi program-program Koperasi BMI Group agar bisa tersampaikan ke anggota.   Saat ini, BMI Point telah memiliki ratusan gerai ofisial yang tersebar di berbagai pasar tradisional maupun modern.

Pada kesempatan yang sama, Yayat Hidayatullah menuturkan pentingnya membangun tim yang solid dan kreatif dalam mengembangkan bisnis. Yayat mengambil contoh kesuksesan restoran Solaria. Menurutnya, Solaria memiliki anggota tim yang berkualitas seperti team leader yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, tim manajemen dengan pandangan bisnis yang luas dan memiliki ide-ide kreatif.

”Sama halnya dengan BMI Point, bagaimana kita membuat varian produk dan strategi pemasaran yang baik. Target hanya sekedar angka-angka, namun yang lebih penting adalah meng-create tim kita untuk mencapai itu,” jelasnya.  

Hal senada diungkapkan oleh Makhrus. Ia menyebutkan bahwa kesuksesan Kopsyah BMI tidak lepas dari tim yang solid dan pandangan visioner sang pemimpin yaitu Kamaruddin Batubara. Kopsyah BMI yang awalnya beraset sebesar Rp80 miliar kemudian bisa menjadi lebih dari Rp1 triliun, dalam waktu 10 tahun.

“Tim adalah salah satu pondasi yang dapat mendorong kemajuan dan perkembangan sebuah bisnis. Setelah memperkuat anggota tim, Anda juga harus memperkuat posisi keuangan bisnis. Untuk itu, manfaatkanlah peluang sekecil apapun untuk meningkatkan profit. Jika BMI butuh 10 tahun, tentu BMI Point bisa lebih cepat dari itu,” ungkap Makhrus.

Sementara Direktur UPDB Kabupaten Tangerang, Rizky Maria Puspita Girsang mengungkapkan kekagumannya pada keberhasilan transformasi bisnis Koperasi BMI.” Saya sangat mengapresiasi bagaimana Koperasi BMI kini semakin berkembang menjadi Koperasi BMI Group. Apa yang telah dilakukan oleh Koperasi BMI sangat menginspirasi koperasi lain, tidak hanya di Kabupaten Tangerang, namun juga Banten dan nasional,” pungkasnya. (kur).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.