Bila Pemerkosa Dikebiri, Koruptor Suntik Mati

Hukum harus ditegakkan secara konsekuen. Ini penting agar ada efek jera. Hukuman terhadap pengidap pedofilia,  isalnya, selama ini masih terlalu ringan. Karenanya perlu pemberatan hukuman. Terhadap para predator anak akan diberlakukan hukuman kebiri. Walau ditentang IDI dan komponen masyarakat lainnya, sanksi kebiri segera berlaku—setelah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang kebiri disahkan DPR RImenjadi UU.

Meski pasal pemberatan yang ditambahkan tersebut tidak mutlak soal kebiri, hukuman tambahan dala bentuk lain bisa saja diberlakukan. Prinsipnya, hukuman tersebut bersifat pemberatan. Sehingga, di masa yang akan datang kita tidak lagi mendengar berita kejahatan seksual terhadap anak.

Sejalan dengan itu, akan terasa adil jika para koruptor diganjar sanksi hukuman yang jauh lebih berat. Para pembegal uang negara (baca: uang rakyat) seyogianya ‘dihabisi’ saja seperti yang dilakukan Presiden Duterte di Filipina. Sudah saatnya negeri ini memberlakukan hukuman mati terhadap para koruptor. Siapa pun tahu, korupsi merupakan tindak pidana luar biasa (extra-ordinary) yang hanya bisa diminimalisasi dengan menegakkan paradigma yudicial yang juga luar biasa.

Jika saja ada 5 koruptor dieksekusi sebagaimana dialami bandar narkoba sekaliber Fredy Budiman, 50 atau 500 calon koruptor akan berpikir 2-3 kali sebelum berbuat. Terima kasih.

 

Sugeng Rahmat

Jalan Kakaktua

Cilodong – Depok

Bagikan ke: