Berhemat Biaya lewat Angkutan Laut

LAPORAN Bank Dunia tentang Indeks Kinerja Logistik pada 2014 menempatkan Indonesia pada posisi ke-53, dengan biaya logistik 24,6% dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu menjadikan Indonesia negara dengan biaya logistik tertinggi se-ASEAN. Hampir 90% kegiatan distribusi barang domestik dilakukan dengan menggunakan transportasi darat.

Hal itu menyebabkan beban jalan terus meningkat dan menimbulkan kemacetan di banyak tempat. Pada gilirannya, biaya pengangkutan lewat jalan pun kian mahal. Untuk membantu mengalihkan beban lalu lintas barang, Pelindo II dan Pelindo III sebagai BUMN di bidang ke pelabuhanan meluncurkan Paket Promosi Angkutan Laut Jakarta-Surabaya-Jakarta dengan tarif Rp 2 juta per kontainer ukuran 20 kaki.

Paket layanan angkutan kontainer murah Jakarta-Surabaya itu menggandeng lima perusahaan pelayaran nasional angkutan kontainer domestik berjadwal.

“Harapan kami, distribusi barang Jakarta-Surabaya dan sebaliknya yang saat ini sekitar 90% masih menggunakan moda transportasi darat dapat secara bertahap beralih ke transportasi laut,” papar Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Ari Henryanto, dalam jumpa pers di Jakarta, pekan lalu.

Berdasarkan hasil studi McKinsey betajuk Indonesia Maritime Reform Strategy 2014, pengalihan penggunaan moda transportasi darat ke laut berpotensi mengurangi biaya logistik sebesar 1,5% dari PDB.

pelabuhan

Menurut Ari, jika layanan angkutan laut dapat konsisten dilaksanakan, dalam satu tahun pertama, diperkirakan lebih dari 10% konsentrasi pengangkutan domestik (antarpulau) yang tadinya menggunakan jalur darat bisa teralihkan.

Transportasi laut semestinya mendominasi dalam pengangkutan di negara kepulauan. Ari mencontohkan Jepang, di jalur distribusi Tokyo-Miyagi yang berjarak 720 km, sekitar 51% ditempuh dengan moda transportasi laut. Adapun moda transportasi darat mengambil porsi 44%. Tren serupa juga terjadi di beberapa negara maju lainnya seperti Belgia.

Distribusi barang di Pelabuhan Antwerp ke area Hinterland dialihkan secara bertahap dari yang semula menggunakan moda transportasi darat sebesar 50% di 2014. Belgia menargetkan porsi angkutan darat tersebut bakal turun menjadi 43% di 2020.

Bagikan ke: