Berani Tarung di Luar Zona Nyaman

KATA kuncinya: terus melakukan perluasan usaha dan tidak hanya bergantung pada usaha simpan pinjam. Itu yang dilakukan Koperasi Pegawai BKKBN Pusat Warga Kencana (Koperasi BKKBN)

Koperasi yang didirikan pada 1985 ini mempunyai sejumlah unit usaha. Antara lain simpan pinjam dan kredit otomotif dan elektronik untuk anggota. Mereka juga menjual produk-produk yang berasal dari kelompok binaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) seperti batik, aneka kerajinan tangan, produk olahan makanan.

Produk simpan pinjamnya telah terdigitalisasi. Sedangkan produk kredit otomotif dan elektronik memfasilitasi kebutuhan anggota yang ingin memiliki sepeda motor dari semua jenis dan merek terbaru. “Kami senantiasa meningkatkan kualitas layanan agar anggota nyaman dalam bertransaksi dengan koperasi dan memenuhi kebutuhan baik yang bersifat primer, sekunder dan tersier,” ujar Ketua Pengurus Koperasi BKKBN, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, M.Si.

Terletak di kawasan Ciketing Kota Bekasi itu, mereka juga melayani masyarakat umum. Ini terlihat dari usaha SPBU mini yang bekerja sama dengan Pertamina (Pertashop), penyewaan mobil, dan tempat penyucian mobil. Inisiatif menggeluti sektor riil ini layak diacungi jempol. Efek pengganda terhadap perekonomiannya bagus. Selain meningkatkan omzet usaha koperasi, hal itu juga meningkatkan penyerapan lapangan kerja.

Koperasi BKKBN akan terus memperluas bidang usaha yang menguntungkan. Semakin banyaknya usaha yang dijalani diharapkan berdampak pada pendapatan koperasi. Ini membutuhkan kesiapan dan strategi khusus yang berbeda dibanding ketika melayani captive market. “Perluasan usaha dilakukan dengan perhitungan yang matang sehingga dapat memberikan manfaat bagi koperasi dan anggota,” ujar Dadi Ahmad  Roswandi.

Dukungan anggota kepada usaha koperasi selama ini sangat luar biasa. Terbukti dari tingginya persentase menggunakan jasa koperasi dan keinginan anggota untuk berinvestasi lebih melalui mekanisme simpanan sukarela.

Secara intern, pengurus telah melaksanakan praktik koperasi yang sehat. Di antaranya, pemilihan pengurus secara demokratis di forum rutin RAT. Laporan keuangan juga diaudit oleh akuntan publik untuk memastikan obyektivitas dan independensi. Melalui implementasi tata kelola yang baik, Koperasi BKKBN yakin usah mereka akan tumbuh sehat dan berkelanjutan.●

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.