Benih Hortikultura Kita Tak Kalah Kualitas dari Produk Impor

Jakarta, (Majalah Peluang). Permintaan pasar produk hortikultura di Indonesia sangat tinggi. Selain jumlah penduduk yang besar mencapai 249 juta jiwa, sekitar 56,5% adalah penduduk kelas menengah. Mereka inilah yang mendorong permintaan produk hortikultura berkualitas  terus meningkat.

Kecenderungan permintaan itu harus diantisipasi jika tidak ingin membuat nilai impor komoditi ini semakin besar. Tak dipungkiri produk hortikultura kita masih kalah kualitas dibandingkan produk impor. Salah satunya karena benih yang ditanam petani luar negeri itu menggunakan benih unggul.

Sementara pada tahun kemarin banyak petani sayuran membiarkan lahannya tak berproduksi lantaran kemarau panjang (El Nino). Otomatis produk hortikultura khususnya sayuran kain menurun. Dampaknya perusahaan pembenihan yang memproduksi dan menjual benih hibrida sangat kesulitan melanjutkan usahanya. Demikian dikatakan Afrizal Gindow Ketua Asosiasi Produsen Benih Hortikultura Indonesia (Hortindo) di Jakarta, Kamis (18/2).

Afrizal menambahkan fenomena El Nino periode 2015 itu telah mempengaruhi usaha pembenihan hortikultira. Dampaknya produksi pangan khususnya sayur mayur di sejumlah daerah lumbung pangan nasional menurun.

Menyikapi hal ini, dia berharap pada 2016 ini pangsa pasar benih hortikultura dapat meningkat 5-7 persen. Penggunaan benih hibrida ini imbuh Afrizal sangat penting bagi petani. Selain mengurangi biaya produksi karena benih yang ditanam tahan terhadap serangan penyakit, juga produk yang dihasilkan meningkat. “Kualitas yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk sejenis dari negara lain,” ujarnya.

Afrizal mencontohkan produk hortikultura seperti labu madu kini benihnya sudah diproduksi salah satu anggota Hortindo, silahkan tinggal diakses dan ditanam karena benih tersebut sangat cocok dibudidayakan di Indonesia.

Dengan memproduksi sendiri akan mengurangi impor dan bisa menekan harga. Sebab labu yang diyakini memiliki manfaat bagus bagi penderita diabetes selama ini didatangkan dari beberapa negara sehingga harganya cukup tinggi.

Budidaya dengan menggunakan benih hibrida berkualitas ini tidak lebih 3 persen dari total biaya produks. Jika dibandingkan dengan hasil yang didapatkan maka menggunakan benih hibrida sangat menguntungkan bagi petani. “Menggunakan benih hibrida sangat menguntungkan bagi petani karena produk yang dihasilkan meningkat dan berkualitas,” pungkasnya. Saw/dbs.

Bagikan ke: