Basmi Rentenir, LPDB-KUMKM Salurkan Rp50 Miliar untuk Kospin Jasa

Ilustrasi-Foto: Dokumentasi Peluang.

PEKALONGAN—Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyalurkan dana pinjaman bergulir sebesar Rp50 miliar kepadaKoperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa).

Koperasi yang dipimpin Andy Arslan Djunaid mendapatkan amanah untuk menyalurkan dana tersebut kepada sekitar 300.000 anggotanya.

Penyaluran dana bergulir itu diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo kepada Ketua Umum Kospin Jasa Andy Arslan Djunaid di saksikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di sela-sela pembukaan Rapat Anggota Tahunan ke-46 Kospin Jasa Tahun Buku 2019, di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (14/3/20).

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, menilai Kospin Jasa membantu menyalurkan dana bergulir kepada anggota koperasi yang sebagian besar adalah pelaku UMKM.

LPDB-KUMKM menyadari memiliki keterbatasan untuk menemui satu persatu pelaku UMKM yang tak sedikit tersebar di kota-kota kecil.

“LPDB-KUMKM ingin memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM dalam akses pembiayaan sebagaimana arahan bapak Menteri Koperasi dan UKM yang menginginkan persyaratan yang ramah bagi pelaku Koperasi dan UMKM. Ramah artinya jadi lebih mudah persyaratannya,” ujar Supomo.

Dengan kemudahan persyaratan ini, diharapkan para pelaku usaha tidak lagi terjerat rentenir yang memberikan persyaratan kemudahan yang menggoda tapi membuat pelaku usaha tidak bisa mengembalikan pinjaman karena bunga yang mencekik leher.

Menurut Supomo kuncinya terletak pada  kemudahan akses pembiayaan yaitu dengan proses pemberian pinjaman yang cepat. Tidak perlu murah tapi yang penting kecepatan dalam proses seperti yang diterapkan rentenir.

“Semangat rentenir ini yang kita adopsi, memberikan kemudahan tapi dengan bunga yang murah. Selisih bunga yang dipinjam dari rentenir kan jadi bisa dipakai untuk meningkatkan usahanya,” jelas Supomo.

Supomo menambahkan, LPDB-KUMKM akan terus bergerak cepat untuk memutus rantai peminjaman kepada rentenir.

Dia mengajak para stakeholders terkait, terutama di daerah untuk saling bersinergi dalam membantu pelaku Koperasi dan UMKM mendapatkan modal usaha melalui pinjaman atau pembiayaan dana bergulir.

LPDB-KUMKM meminta masyarakat waspada terhadap praktik-praktik simpan pinjam yang menjerat.

Masyarakat harus melihat aspek legalitas dari lembaga keuangan tersebut selain juga harus memperhatikan aspek logis dari produk pinjaman yang ditawarkan.

Masyarakat diminta teliti terhadap mekanisme pinjaman yang ditawarkan. Jangan sampai belum mendapat manfaatnya sudah ditagih kembali.

Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Krisdianto, menambahkan, LPDB-KUMKM sebagai satuan kerja dari Kementerian Koperasi dan UKM, turut menjalankan Program Kemenkop dan UKM untuk mengembangkan UMKM melalui Koperasi.

LPDB-KUMKM melihat Kospin Jasa mampu memajukan perkoperasian di Indonesia, khususnya kemampuan Kospin Jasa mengembangkan pelaku UMKM anggotanya. Kospin Jasa terbukti mampu membukukan kinerja keuangan yang sangat baik.

Menurut Kris, dengan ikutnya Kospin Jasa menyalurkan dana bergulir juga sebagai bentuk upaya menghindari anggotanya terjerat rentenir. Masyarakat banyak tergiur meminjam karena prosesnya yang mudah, tapi ternyata bunga yang mahal.

“LPDB-KUMKM percaya Kospin Jasa mampu menjalankan amanah ini dengan baik,” ujarnya seraya menekankan, pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap pertumbuhan koperasi.

Selain memberikan kemudahan dalam akses pembiayaan, LPDB-KUMKM juga concern dengan masalah pendampingan pelaku Koperasi dan UMKM di daerah.

Tahun ini, LPDB-KUMKM menargetkan penyaluran dana bergulir sebesar Rp1,85 triliun. Target tersebut tumbuh 8,8 persen dari pencapaian penyaluran dana bergulir tahun sebelumnya sebesar Rp1,72 triliun.

Sementara itu, Andy mengatakan, meskipun sepanjang tahun 2019, Kospin Jasa menghadapi banyak tantangan, namun kinerja keuangan Kospin Jasa tahun 2019 mengalami peningkatan.

Dia menargetkan aset bisa tumbuh sekitar 12 persen atau aset kumulatif Kospin Jasa tumbuh menjadi Rp9,6 triliun.

“Inovasi Kospin Jasa di tahun mendatang tetap concern terhadap sosial kemasyarakatan yang diharapkan dapat semakin memberikan manfaat kepada para anggota dan masyarakat secara luas,” katanya.

Dia  menambahkan keberhasilan pemberian Sisa Hasil Usaha (SHU) yang meningkat di tahun 2019 didorong dengan berbagai efisiensi biaya yang diterapkan koperasi yang didukung para anggotanya (van).

Share This: