Bappenas Akui Ekspor Indonesia Belum Optimal

Kegiatan di sebuah pelabuhan ekspor-Foto: Katadata.

JAKARTA—-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengakui  kondisi ekonomi global  belum pulih, sementara  Indonesia masih belum mampu mengoptimalkan sektor unggulan untuk genjot ekspor. Hal ini menurut dia, menyebabkan kinerja ekspor mengalami kontraksi hingga 2,08 persen seperti yang diungkapkan Badan Pusat Statistik,

“Kami masih sulit menemukan sektor unggulan, serta masih bergantung pada ekspor tradisional,”ujar Bambang, Senin (6/5).

Bambang juga mengakui pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh memang menunjukkan tren perlambatan  di setiap kuartal pertama. Rilis dari BPS menyebut  Ekonomi Indonesia triwulan I-2019 terhadap triwulan I-2018 tumbuh 5,07 persen. Sekalipun capaian tersebut lebih tinggi dibanding periode sama 2018, yaitu 5.06 persen.  Pertumbuhan ekonomi ini di bawah ekspetasi yang dikemukakan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, yaitu mampu menyentuh 5,1 persen.

Meskipun demikian Bambang memprediksi pertumbuhan ekonomi, termasuk di dalamnya penggerak ekspor dan investasi bisa tumbuh lebih tinggi di sisa kuartal 2019.

“Solusi perbaikan pertumbuhan ekonomi 2019 ada pada peningkatan investasi. Investasi yang melemah di kuartal I 2019 memang dirasa wajar karena efek pemilihan umum,” kata dia.

Kondisi global juga mempengaruhi harga jual komoditas seperti batu bara, karet dan CPO (sawit).

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto berpandangan landainya pertumbuhan ekonomi  didorong perlambatan investasi. Pertumbuhan investasi pada kuartal I-2019 hanya tumbuh 5,03 persen, lebih rendah dibandingkan kuartal I-2018 sebesar 7,94 persen. 

Bagikan ke: