Artikulasi Ekonomi Gotong Royong

Oleh Prof. DR. H. Agustitin Setyobudi,

SE, MM Ketua Penasehat KKGJ

SIFAT gotong royong merupakan budaya yang mengakar di tengah masyarakat. Ambil contoh ketika proses menanam padi yang dilakukan secara bersama-sama, mulai dari pembenihan, pengolahan lahan sampai pemanenan. Nilai budaya ini menjadi modal berharga yang menguatkan ikatan kebangsaan.

Kegotongroyongan juga dimanifestasikan dalam aktivitas ekonomi. Koperasi merupakan representasi lembaga ekonomi yang mengimplementasikan budaya gotong royong. Lembaga yang ditahbiskan sebagai sokoguru perekonomian rakyat ini sangat cocok sebagai penyemaian karakter bangsa karena memiliki semangat kewirausahaan, kreasi, inovasi, dan produksi.

Dengan nilai-nilai luhur yang tersemat didalam koperasi seyogyanya dimasukkan dalam  kurikulum pendidikan untuk para pelajar mulai dari SD sampai SMA/SMK. Desain kurikulum harus dilakukan secara integratif dengan disiplin ilmu lainnya. Dengan begitu akan terbentuk karakter kebangsaan yang kuat di kalangan generasi muda.

Namun demikian, seiring perkembangan zaman pandangan terhadap koperasi mulai bergeser. Koperasi dinilai hanya sebagai lembaga keuangan semata bukan sebagai lembaga ekonomi. Akibatnya, usaha koperasi dipersepsikan hanya terbatas pada kegiatan simpan pinjam saja. Padahal, seharusnya koperasi bisa melakukan investasi dan kegiatan ekonomi yang lebih luas dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggota.

Adalah menjadi tugas semua pihak, terutama pemerintah untuk mengembalikan elan vital berkoperasi. Semangat wirausaha yang inheren di koperasi bisa menjadi solusi di tengah minimnya jumlah wirausahawan di Indonesia.

Pendidikan perkoperasian yang dilembagakan dalam kurikulum sekolah akan menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa kewirausahaan. Hal ini amat membantu pemerintah terutama untuk mengatasi lapangan pekerjaan yang semakin sempit. Oleh karenanya, dibutuhkan pejabat pemerintah terkait dengan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Tinggi yang menguasai multidisiplin ilmu. Tugasnya adalah membentuk karakter siswa yang mempunyai spirit kewirausahaan tinggi.

Bagikan ke: