McColl Akuisisi 298 Ritel Koperasi

The Co-operative Group, koperasi konsumen  terbesar di Inggris menjual sejumlah asetnya, yaitu 298 toko makanan kepada kelompok ritel Mc Coll senilai 117 juta foundsterling. Boleh jadi tidak ada korelasinya dengan dampak British Exit. Namun sejumlah pelaku koperasi di Inggris memang tengah lesu.

the cooperative

Kendati tidak ada kaitannya dengan Brexit,  penjualan sejumlah gerai makanan milik The Co-operative Group (The Co-op) cukup menimbulkan tanda tanya di kalangan pegiat koperasi di Inggris. Maklum proses jual beli tersebut dilakukan di tengah ketidakpastian ekonomi dan maraknya koperasi di Inggris melakukan sensus pertamanya. Namun isu itu ditepis  oleh Steve Murrells, chief executive dari divisi makanan The Co-op.  Penjualan toko ritel skala kecil itu memang dilakukan The Co-op  sebagai langkah untuk mengembangkan toko ritel yang baru tahun ini dan tahun depan dengan ukuran yang lebih besar.  Tahun ini The Co-op  merencanakan pembukaan 100 toko ritel baru dengan ukuran yang lebih besar, rerata di atas 1.700 square feet ( sekitar 158 m2).

Penjualan toko-toko makanan tersebut juga termasuk pelepasan semua stafnya (3.800 karyawan) ke McColl tanpa menghentikan aktivitas penjualan, setidaknya hingga acara serah terima penjualan toko yang akan berlangsung pada November mendatang.

McColl sendiri adalah perusahaan ritel cukup ternama di Inggris yang mengoperasikan 933 toko ritel.  Akuisisi ritel The Co-op kata Chief executive Jonathan Miller, secara substansial mempercepat strategi pertumbuhan dan memperluas keberadaan McColl untuk kepentingan pelanggan. “Toko-toko ini menguntungkan, baik investasinya, dan ukurannya cocok dengan model toko kami. Kami berharap transaksi ini secara signifikan akan meningkatkan pendapatan bagi pemegang saham kami. Saya tidak sabar untuk menyambut semua rekan-rekan baru kami,” ujarnya.

 

The Co-op  merupakan raksasa koperasi yang punya pengalaman panjang sejak berdiri pada tahun 1863 atau 153 tahun lalu.   Tahun lalu (2015) koperasi dengan anggota 8 ribu orang ini  mencatat penjualan  sebesar 9,36 miliar foundsterling per 2015 dengan laba bersih 81 juta foundsterling.  Sebagai koperasi konsumen terbesar, The co-op membuka gerainya dengan beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari ritel makanan, listrik, jasa keuangan, jasa hukun hingga layanan pemakaman. Jumlah ritelnya tersebar di 4.500 lokasi di seantero Inggris dengan  pekerja mencapai 70.000 orang.

Karenanya, ketika Juli tahun ini, koperasi yang bermarkas besar di Manchester Inggris ini melepas 298  ritel makanan kepada pesaingnya, McColl, langkah tersebut dinilai hanya sebagai strategi guna  pengembangan pasar yang lebih luas.

Dalam laporan tahunan yang dirilis April lalu, bisnis di sektor toko makanan mencerak keuntungan 250 juta foundsterling, naik 3,3 persen dibanding periode yang sama  tahun lalu. Jumlah toko yang ditutup sebanyak 91 unit dan toko baru tumbuh sebanyak 97 unit. Secara keseluruhan pertumbuhan di sektor ritel makanan  ini tumbuh 1,6 persen dan toko-toko tumbuh 3,8 persen.   (Irm)

 

Bagikan ke: