2018, Credit Agricole Pertahankan Posisi Koperasi Nomor Satu Dunia

Ilustrasi-Foto: www.brecorder.com

Bank koperasi Perancis Crédit Agricole mempertahankan posisinya menjadi  koperasi terbesar di dunia dengan  perputaran dengan omzet sebesar  $90.16 milyar.

Posisi ekdua ditempati oleh Groupe BPCE ($67.78 miliar), juga dari Perancis; diikuti berturut-turut  BVR dari Jerman ($55.36 miliar); Zenkyoren dari Jepang ($ 54.62 miliar); dan pengecer REWE Group dari Jerman ($ 54.57 miliar).

Demikian diungkapkan edisi terbaru Koperasi Monitor Dunia yang diluncurkan di Majelis Umum Aliansi Koperasi Internasional (ICA) beberapa waktu lalu.   Dalam kesempatan itu Koperasi Monitor Dunia mengumumkan 300 Koperasi Top Dunia dengan omzet gabungan mencapai 2,01 Triliun Dolar.

Laporan ICA pada tahun ke-7   mendapat dukungan secara  ilmiah dan teknis dari Lembaga Penelitian Eropa tentang Koperasi dan Sosial Usaha (Euricse).

Pada edisi 2018 berdasarkan data keuangan 2018,  Monitor mengumpulkan data untuk 2.575 organisasi dari delapan sektor kegiatan, 1.157 di antaranya memiliki omset lebih dari 100 juta.

Selain menyajikan peringkat berdasarkan omzet, laporan itu juga menyajikan  peringkat berdasarkan rasio peprutaran total aset (turnover ratio)  atas produk domestik bruto per kapita. Berdasarkan hal ini IFFCO dari India memegang posisi teratas.

Ke 300 Organisasi koperasi top dunia ini bergerak  pada berbagai sektor: asuransi (32%), pertanian (35%), perdagangan grosir dan ritel (19%), perbankan dan jasa keuangan (8%), industri dan utilitas (2%) , kesehatan, pendidikan dan perawatan sosial (2%) dan layanan lainnya (2%).

Baru tahun ini adalah analisis kontribusi dari koperasi terbesar dunia untuk memenuhi agenda Pembangunan Berkelanjutan PBB. Monitor menelaah dokumen yang dilaporkan ke proyek Global Compact PBB dan Global Reporting Initiative (GRI).

Peserta dalam Perserikatan Global Perserikatan Bangsa-Bangsa diharuskan untuk memproduksi dan menyerahkan laporan tahunan secara daring  yang berjudul Communication on Progress (CoP) yang menguraikan upaya untuk beroperasi secara bertanggung jawab dan mendukung masyarakat.

Dalam GRI, koperasi dapat mengunggah laporan keberlanjutan mereka ke database proyek secara daring, yang menentukan apakah laporan dikompilasi menggunakan indikator GRI atau tidak. Menurut Monitor, 33 CoP dan 58 laporan keberlanjutan dikumpulkan dari 75 organisasi koperasi.

“Kami bangga menemukan banyak contoh proyek pengembangan dan inisiatif perusahaan yang kooperatif dan bersama untuk memastikan tenaga kerja yang adil, melindungi lingkungan, dan lebih banyak lagi untuk memenuhi SDG. Ditampilkan di bagian ini juga cerita tentang tindakan yang diambil oleh Grupo Sancor Seguros (Argentina), Metsä Group (Finlandia) dan Sicredi (Brasil), tiga dari 300 Teratas, ” tutur Direktur Jenderal ICA Bruno Roelants. Irvan Sjafari/sumber Thenewscoop.

 

Bagikan ke: